Assalamualaikum WR.WB
Alhamdulillah bertemu lagi dengan
ane, mungkin kurang lebih 4 bulan ane vacum bikin cerpen, karya tulis dan
bacaan bagi kalian. . .Mohon dimaklumi para viewer, ini di karenakan inspirasi
ane yang itu – itu terus dan cenderung malah tidak dapat inspirasi sama sekali
untuk mengolah cerpen dan yang lain nya. Dan kita tahu bahwa memang tulisan ane
tidak menarik untuk dibaca, ya sekali lagi ane membuat apa yang memang harus
ane buat inilah cara ane berkarya dan berekspresi, yang penting bagaimana kita
menyusun materi nya sedemikian rupa dan sesuai dengan sudut pandang nya.
Dan ini ada sedikit tulisan tuk kita
baca, berdasarkan observasi, perasaan, dan realita yang terjadi sekarang yakni
“Benang Hitam Pelajar dan Renungan Potret kelam pendidikan Negeri” #Azzzeeekk
judul nya dapat dari pengamatan yang berbeda HoHoHo....AH SUDAHLAH!!!!.
ini ane buat untuk kritik sosial terhadap sistem pendidikan, kelakuan pelajar
sekarang yang terbukti tak berhasil dan cenderung liar, ini tak terlepas dari
perhatian pemerintah terhadap pendidikan dan akses pendidikan yang
sekarang adanya sebagian para pelajar sekarang yang acuh terhadap pelajaran
yang diberikan saat guru mengajar dan menjelaskan penanaman norma – norma hukum
dan agama sudah mulai luntur terutama norma agama yang semakin susah untuk
diterapkan dan bahkan tidak diterapkan sama sekali, ane bersyukur karena di SMA
ane masih ada organisasi keIslaman nya yaitu KSI (kelompok study Islam).
Hari
pendidikan nasional yang selalu diperingati pada 2 mei di negeri ini. Namun,
apa yang kita lihat pada hari itu? Tak banyak yang berubah, dari tahun ke
tahun, potret pendidikan di negeri ini seolah tak menunjukan kemajuan yang
berarti. Tahun demi tahun terus berganti, namun fakta ‘miris’ masih saja banyak
ditemui. Bahkan, tak perlu jauh jauh sampai tapal batas negeri, di pulau jawa
yang “katanya” menjadi ‘jantung’ pendidikan di negeri ini pun masih banyak
kejadian yang memperihatinkan. Lihat di Tv dan media masa, ketika sebagian anak
– anak sekolah pergi menuntut ilmu
dengan pendidikan yang relatif mudah, di sebagian yang lain kita masih
menemukan sebuah “Perjuangan” lain demi mengenyam pendidikan. Melintas jembatan
darurat, menyeberangi deras nya arus sungai yang penuh jeram, naik turun bukit
menjadi sebuah pemandangan miris yang terjadi di negeri ini. Sebuah perjuangan
anak negeri atas nama niat besar dan luhur demi cita-cita dan mimpi- mimpi
besar mereka.
Di
lebak banten ane lihat siaran di salah satu siaran TV nasional yaitu matre TV
(Nama Disamarkan). Sebuah potret kecil buram nya pendidikan negeri ini bisa
kita temui. Setiap hari mereka harus melewati titian seutas tali baja menentang
deras nya arus, demi bersekolah untuk masa depan mereka. Sedih, ketika
anak-anak itu harus bertaruh nyawa demi barangkat ke sekolah. Dan yang semakin
membuat prihatin adalah fakta jika hal ini bkan hanya terjadi di banten saja,
tetapi ini terjadi juga di beberapa sudut negeri ini.
Sementara
itu hal memperihatinkan juga bisa kita temui ketika kita banyak melihat liputan
di media massa tanah air yang menyuguhkan fakta sebagian anak-anak indonesia
masih harus belajar di sekolah yang kurang layak. Banyak sekolah rusak dan
nyaris roboh masih menjadi tempat belajar para siswa, tidak hanya itu ebagian
juga masih merasakan beljar di tempat-tempat darurat, entah itu di pengungsian,
barak, kandang ternak, rumah warga, rumahtempat ibadah dan tempat-tempat yang kurang layak lainnya
menjadi catatan tersendiri dalam dunia pendidikan kita. Contoh nya ane liat
sekolahan yang ada di film LASKAR PELANGI dan TANAH
SURGA KATANYA.
Sisi
gelap pendidikan kita,bukan sebatas sarana prasarana pendidikan dan akses
menuju pendidikan saja. Dalam hal sisitem pendidikan pun juga selalu menjadi
sorotan banyak kalangan. Masih segar dan hangat dalam ingatan kita, carut marut
Ujian Nasional (UN) tingkan SMA Sederajad dan SMP sederajad beberapa waktu lalu
juga semakin menambah daftar hitam sistem pendidikan. Dalam hal pengajaran pun,
di negara kita semua pelajar seolah dituntut untuk menguasai semua bidang atau
semua mata pelajaran, tentun nya dengan”NILAI” sebagai ukuran nya. Itulah
mengapa pendidikan ditempuh hanya berorientsikan pada nilai akhir yang
diperolah bukan lagi berorientasi pada seberapa besar ilmu yang didapat dan di
terapkan.
Kian
mahal nya biaya pendidikan saat ini , semakin menambah catatan hitam
pendidikan. Ketika akses pendidikan bagi rakyat miskin semakin tepingirkan oleh mahalnya biaya yang harus mereka
keluarkan. Meskipun memang saat ini bantuan pendidikan bagi rakyat miskin dari
pemerintah mengalami kenaikan dari tahun
ke tahun apalagi saat ini subsidi BBM telah dipangkas yang bertujuan untuk
menyelamatkan cash negara dan untuk menunjang pendidikan melalui penambahan
angaran namun tetap saja belum berarti
besar bagi pendidikan kita. Terlebih lagi ketika tuntutan hidup semakin
mendesak mereka untuk lebih memilih mencari sesuap nasi untuk makan dari pada
bersekolah.
Selain
itu, potret lain juga dapat menunjukan
tentang kesejahteraan sebagian tenaga pendidikan Indonesia. Masih banyak
guru-guru di Indonesia yang masih mendapatkan gaji minim dan jauh dibawah
standar kebutuhan hidup. Dengan segala kebesaran hati, mereka masih berkenan untuk
memikul tugas mulia mencerdaskan
kehidupan bangsa dan memberantas
kebodohan. Meskipun tidak memungkiri
kenyataan bahwa mereka juga membutuhkan
gaji yang layak agar juga bisa hidup
dengan sejahtera.
Dan
ane rasa ini hanyalah gambaran buram nya pendidikan di negara kita, dan ane
rasa masih banyak sisi-sisi gelap lainnya yang belum saya tuliskan di sini atau
bahkan yang belum ane sadari dan ane ketahui. Harapan ane sebagai putra Banua
dan Indonesia semoga dengan seiring nya waktu, pendidikan kita semakin
mengalami kemajuan terutama di derah tempat ane yaitu kecamatan Sungai
Tabuk-kab Banjar-Kalimantan Selatan-Indonesia hinga cita-cita luhur para
pendahulu “MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA” bisa benar benar terwujud di negeri
kita dan di Banua Tercinta #SelamanyaIndonesia. Aamiin. . .
Maju terus
Pendidikan INDONESIA!!!!!!
@MohammadAlAidid on Twitter
Home 29-11-2013






0 comments:
Post a Comment