KEUTAMAAN JIHAD DA MUJAHIDIN (PEJUANG)
Keutamaan Jihad
Perintah Berjuang
Al Baqarah : 218
218. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah
dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Ali Imran :145
145. sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah,
sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. barang siapa
menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia
itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula)
kepadanya pahala akhirat itu. dan Kami akan memberi Balasan kepada
orang-orang yang bersyukur.
Ali Imran :157
157. dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal[245],
tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta
rampasan yang mereka kumpulkan.
[245] Maksudnya: meninggal di jalan Allah bukan karena peperangan.
Ali Imran : 200
200. Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah
kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan
bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.
An Nisaa’ : 74
74. karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan
kehidupan akhirat[316] berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang
berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan Maka
kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.
[316] Orang-orang mukmin yang mengutamakan kehidupan akhirat atas kehidupan dunia ini.
An Nisaa’ : 76,77,84,95,104
76. orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang
yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan
syaitan itu, karena Sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.
77. tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada
mereka[317]: “Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang
dan tunaikanlah zakat!” setelah diwajibkan kepada mereka berperang,
tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia
(musuh), seperti takutnya kepada
Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. mereka berkata: “Ya
Tuhan Kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? mengapa tidak
Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada Kami sampai kepada
beberapa waktu lagi?” Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanya
sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan
kamu tidak akan dianiaya sedikitpun[318].
[317] Orang-orang yang Menampakkan dirinya beriman dan minta izin berperang sebelum ada perintah berperang.
[318] Artinya pahala turut berperang tidak akan dikurangi sedikitpun.
84. Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani
melainkan dengan kewajiban kamu sendiri[324]. Kobarkanlah semangat Para
mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan
orang-orang yang kafir itu. Allah Amat besar kekuatan dan Amat keras
siksaan(Nya).
[324] Perintah berperang itu harus dilakukan oleh Nabi Muhammad s.a.w
karena yang dibebani adalah diri beliau sendiri. ayat ini berhubungan
dengan keengganan sebagian besar orang Madinah untuk ikut berperang
bersama Nabi ke Badar Shughra. Maka turunlah ayat ini yang memerintahkan
supaya Nabi Muhammad s.a.w. pergi berperang walaupun sendirian saja.
95. tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut
berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad
di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan
orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang
duduk[340] satu derajat. kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan
pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad
atas orang yang duduk[341] dengan pahala yang besar,
[340] Maksudnya: yang tidak berperang karena uzur.
[341] Maksudnya: yang tidak berperang tanpa alasan. sebagian ahli tafsir
mengartikan qaa’idiin di sini sama dengan arti qaa’idiin Maksudnya:
yang tidak berperang karena uzur..
104. janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu).
jika kamu menderita kesakitan, Maka Sesungguhnya merekapun menderita
kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap
dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. dan adalah Allah Maha
mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Al Maidah : 35
35. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan
carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada
jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.
Al Anfaal : 60,65
60. dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang
kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang
dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan
orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah
mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya
akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya
(dirugikan).
65. Hai Nabi, Kobarkanlah semangat Para mukmin untuk berperang. jika
ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat
mengalahkan dua ratus orang musuh. dan jika ada seratus orang yang sabar
diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada
orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak
mengerti[623].
[623] Maksudnya: mereka tidak mengerti bahwa perang itu haruslah
untuk membela keyakinan dan mentaati perintah Allah. mereka berperang
hanya semata-mata mempertahankan tradisi Jahiliyah dan maksud-maksud
duniawiyah lainnya.
At Taubah : 111,120
111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri
dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang
pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah
menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al
Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada
Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu,
dan Itulah kemenangan yang besar.
120. tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab
Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah
(berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri
mereka daripada mencintai diri rasul. yang demikian itu ialah karena
mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah,
dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah
orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh,
melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal
saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang
berbuat baik,
Al Hujurat : 15
15. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang
yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak
ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka
pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar.
Ash Shaff :4, 11
4. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam
barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang
tersusun kokoh
11. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di
jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika
kamu mengetahui.
At Tahrim : 9
Hai Nabi bersikap keraslah terhadap mereka. perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik.
tempat mereka adalah Jahannam
Jihad yang paling mulia
Al Baqarah:258
258. Apakah kamu tidak memperhatikan orang[163] yang mendebat Ibrahim
tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu
pemerintahan (kekuasaan). ketika Ibrahim mengatakan: “Tuhanku ialah
yang menghidupkan dan mematikan,” orang itu berkata: “Saya dapat
menghidupkan dan mematikan”.[164]Ibrahim berkata: “Sesungguhnya Allah
menerbitkan matahari dari timur, Maka terbitkanlah Dia dari barat,” lalu
terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang zalim.
[163] Yaitu Namrudz dari Babilonia.
[164] Maksudnya raja Namrudz dengan menghidupkan ialah membiarkan hidup,
dan yang dimaksudnya dengan mematikan ialah membunuh. Perkataan itu
untuk mengejek Nabi Ibrahim a.s.
Al Mukmin : 28 sd 44
28. dan seorang laki-laki yang beriman di antara Pengikut-pengikut
Fir’aun yang Menyembunyikan imannya berkata: “Apakah kamu akan membunuh
seorang laki-laki karena Dia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah Padahal
Dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari
Tuhanmu. dan jika ia seorang pendusta Maka Dialah yang menanggung (dosa)
dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana)
yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu”. Sesungguhnya Allah tidak
menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.
29. (Musa berkata): “Hai kaumku, untukmulah kerajaan pada hari ini
dengan berkuasa di muka bumi. siapakah yang akan menolong kita dari azab
Allah jika azab itu menimpa kita!” Fir’aun berkata: “Aku tidak
mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku
tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar”.
29. (Musa berkata): “Hai kaumku, untukmulah kerajaan pada hari ini
dengan berkuasa di muka bumi. siapakah yang akan menolong kita dari azab
Allah jika azab itu menimpa kita!” Fir’aun berkata: “Aku tidak
mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku
tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar”.
30. dan orang yang beriman itu berkata: “Hai kaumku, Sesungguhnya aku
khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti Peristiwa kehancuran
golongan yang bersekutu.
31. (yakni) seperti Keadaan kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud dan orang-orang
yang datang sesudah mereka. dan Allah tidak menghendaki berbuat
kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya.
32. Hai kaumku, Sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari panggil-memanggil[1321].
[1321] Hari kiamat itu dinamakan hari panggil memanggil karena orang
yang berkumpul di padang mahsyar sebagian memanggil sehagian yang lain
untuk meminta tolong.
33. (yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang, tidak
ada bagimu seorangpun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah, dan
siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorangpun yang
akan memberi petunjuk
34. dan Sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa
keterangan-keterangan, tetapi kamu Senantiasa dalam keraguan tentang apa
yang dibawanya kepadamu, hingga ketika Dia meninggal, kamu berkata:
“Allah tidak akan mengirim seorang (rasulpun) sesudahnya. Demikianlah
Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu.
35. (yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa
alasan yang sampai kepada mereka[1322]. Amat besar kemurkaan (bagi
mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah
Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.
[1322] Maksudnya mereka menolak ayat-ayat Allah tanpa alasan yang datang kepada mereka.
38. orang yang beriman itu berkata: “Hai kaumku, ikutilah Aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar.
39. Hai kaumku, Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan
(sementara) dan Sesungguhnya akhirat Itulah negeri yang kekal.
40. Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, Maka Dia tidak akan
dibalasi melainkan sebanding dengan kejahatan itu. dan Barangsiapa
mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia
dalam Keadaan beriman, Maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki
di dalamnya tanpa hisab.
41. Hai kaumku, Bagaimanakah kamu, aku menyeru kamu kepada keselamatan, tetapi kamu menyeru aku ke neraka?
42. (Kenapa) kamu menyeruku supaya kafir kepada Allah dan
mempersekutukan-Nya dengan apa yang tidak kuketahui Padahal aku menyeru
kamu (beriman) kepada yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun?
43. sudah pasti bahwa apa yang kamu seru supaya aku (beriman)
kepadanya tidak dapat memperkenankan seruan apapun baik di dunia maupun
di akhirat[1323]. dan Sesungguhnya kita kembali kepada Allah dan
Sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka Itulah penghuni
neraka.
Re: SJ - 3150 : PANGLIMA TALIBAN DISEBUT DALAM HADIS ?
Tok pendekar biaq soalan ni punya lama. So, saya tumpang jawab skit. Tok pendekar tak marah kot noooo..
Kebanyakan hadith2 di atas dipetik dari kitab Ibn Katheer yang bertajuk Tanda2 menjelangnya Kiamat.
Hadith 1
Dari Ali, bahawa Nabi Muhammad (SAW) bersabda, "Seorang lelaki bernama Harith bin Hirath akan datang dari Transoxania (Tajikistan). Angkatan daratnya akan dipimpin oleh seseorang bernama Mansour. Dia akan membuka dan meratakan jalan untuk khalifah dan keluarga Muhammad (SAW), sebagaimana Quraish menegakkan Kekhalifahan Rasulullah (SAW). Setiap orang beriman diwajibkan mendukungnya." (Sunan Abu Dawud)
Komentar:
Albani dlm Da`if al-Jami' al-Saghir, mengatakan hadith ini hadith dhaif.
Hadith 2
Diriwayatkan oleh Imam at Tirmidzi didalam Sunannya, dari Abi Hurairah R.A, ia berkata, bersabda Rasulullah S.AW "Akan keluar dari wilayah Khurasan bendera bendera hitam, dimana tidak ada sesuatupun yang akan menghalanginya hingga dikibarkan di wilayah Iliya"(Hadith Riwayat Tirmidzi)
Komentar:
Hadith tersebut dha'if, dimana sumber kedha'ifannya adalah pada diri Rusydin bin Sa'ad, karena ia adalah perawi yang dha'if (Mizaanul I'tidal, 2:49 dan juga Taqriib at Tahdziib, 1:251)
Hadith 3
Dari Tsauban bahawa Rasulullah S.A.W bersabda, “Sekiranya kamu melihat panji-panji hitam datang dari arah Khurasan, maka pergilah kepada mereka walaupun kamu terpaksa merangkak kerana di antara mereka akan menjadi khalifah Allah Al-Mahdi…” (Hadith riwayat Al-Hakim dan Ahmad)
KOmentar:
Menurut pendapat syeikh Salman Al-Awdah, Ke semua jalur rijal hadith ini adalah dhaif.
Hadith 4
Ibn majah meriwayatkan dlm sunannya dari Abdullah ibn Mas’ud dari jalan Yazid ibn ABi Ziyad dari Ibrahim dari alqamah dari Abdullah beliau berkata, “Ketika kami bersama2 Rasulullah S.A.W, bbrp org dari banu hashim telah datang. Ketika baginda nampak mereka, mata baginda S.A.W berubah warna. Kmdn baginda berkata, “Kami melihat sesuatu yang tidak disukai pada wajah kamu.” Kmdn baginda bersabda: "Kami adalah penduduk suatu negeri yang Allah (SWT) telah memilihkan Akhirat setelah di dunia. Penduduk negeriku ini akan mengalami suatu perjanjian besar setelah kematianku, dan akan diburu hingga seorang yang membawa Bendera Hitam datang dari KHURASAAN. Mereka akan memimpin dan mengajurkan penduduk untuk berbuat baik tetapi penduduk itu menolak; kemudian mereka bertempur sampai mereka menang dan mereka akan menyerahkan kekuasaan kepada seorang laki-laki dari keluargaku. Kemudian bumi akan dipenuhi dengan keadilan, setelah sekian lama dalam kondisi ketidakadilan. Jika salah satu diantara kalian hidup dan mengalaminya kalian harus pergi bersamanya meskipun harus mengharungi salju dan ais.”
Komentar:
Shu’bah berkata tentang perawi Yazid bin Abi Ziyad, “bahawa dia adalah seorang raffa’ (orang selalu meriwayatkan hadith yg tidak diketahui). Imam Ahmad ibn Hanbal berkata, “dia bukan seorang hafiz.” Yahya ibn Mu’in berkata, “Dhaif.” Abu Hatim mengatakan bahawa, “dia adalah lemah.” Al-Jurjani mengatakan, “aku mendengar bahawa mereka mengatakan hadithnya lemah.” Ibn ‘Adi mengatakan bahawa, “Dia adalah salah seorang syiah dari kalangan kufah dan dia juga lemah dalam hadith.”
Namun demikian, Abu Dawud lebih menyukai meriwayatkan hadith darinya. Manakala Imam Muslim hanya meriwayatkan hadith darinya dgn syarat dgn digandingkan dgn perawi lain.
Ibnul Qayyim (Al-Manar Al-Munif) turut memberikan komentarnya terhadap Yazid Ibn Abi Ziyad bahawa beliau adalah seorang dhaif dan lemah hafalannya. Menurut beliau, hadith ini tidak dapat dijadikan hujjah.
Kesimpulannya, kebanyakan fuqaha mengatakan dia adalah lemah dan sesetengah imam terang2 mengatakan bahawa hadith ini dha’if. (Muqaddimah Ibn Khaldun)
Wallahua'lam