This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Monday, April 14, 2014

saya terbaca satu kisah tentang seorang panglima perang taliban yang dikatakan mempunyai nama seperti yang terdapat dalam hadis Nabi.dibawah saya sertakan kisah tersebut dan soalan saya apakah hadis yang disebut itu hadis sahih?
Apakah Komandan Saifur Rahman Mansour Seperti yang Diramalkan Dalam
Hadis?
Nabi Muhammad (SAW) bersabda, "Seorang lelaki bernama Harits bin Harits akan datang dari Transoxania. Angkatan daratnya akan dipimpin oleh seseorang bernama Mansour. Dia akan membuka dan meratakan jalan untuk khalifah dan keluarga Muhammad (SAW), sebagaimana Quraish menegakkan Kekhalifahan Rasulullah (SAW). Setiap orang beriman diwajibkan mendukungnya." (Abu Dawud)
Nabi (SAW) bersabda, "Kami adalah penduduk suatu negeri yang Allah
(SWT) telah memilihkan Akhirat setelah di dunia. Penduduk negeriku ini akan mengalami suatu perjanjian besar setelah kematianku, dan akan diburu hingga seorang yang membawa Bendera Hitam datang dari KHURASAAN. Mereka akan memimpin dan mengajurkan penduduk untuk berbuat baik tetapi penduduk itu menolak; kemudian mereka bertempur sampai mereka menang dan mereka akan menyerahkan kekuasaan kepada seorang laki-laki dari keluargaku. Kemudian bumi akan dipenuhi dengan keadilan, setelah sekian lama dalam kondisi ketidakadilan. Jika salah satu diantara kalian hidup dan mengalaminya kalian harus pergi bersamanya meskipun harus menngarungi salju dan es. (Ibn Majah,
al-hakim, Imam Ahmad).
Penyelidikan dalam peta- peta lama menujukkan bahwa daerah yang dikenal sebagai Transoxania tempat seorang lelaki bernama Mansour yang dinyatakan datang dari wilayah yang membentang dari apa yang dikenal sekarang sebagai Turkistan Timur, meluas ke barat samapi Bukhara, Samarkand dan Lembah Ferghana yang merupakan benteng JIHAD ISLAM dan Mujahidin, yang meliputi tiga negara yaitu: Uzbekistan, Tajikistan dan Kyrgystan yang meluaskan wilayah ke timur yang didominasi oleh Muslim, Xinjiang daerah sebelah barat Cina.
Wilayah yang dikenal sebagai Khurasaan Besar yang mencakup seluruh
Afghansitan dari Pegunungan Hindhu Kush sebelah Barat daya Jalalabad
dan Peshawar, sampai sebelah Timur berbatasan dengan Iran.
Wilayah yang dimaksud dalam ramalan hadits Nabi Muhammad (SAW) yang
menceritakan seorang Pahlawan Islam yang perkasa, yang akan muncul
menjadi tulang punggung pasukan Imam Mahdi dan yang akan meratakan jalan dalam menegakkan Khilafah Islamiyah di dunia.
Hanya Allah (SWT) saja yang tahu apakah Saifur Rahman Mansour adalah
Mansour yang diramalkan oleh Nabi Muhammad (SAW). Namun yang kami ketahui bahwa Saifur Rahman Mansour memang dari Uzbekistan (Transoxania).
Kami juga mengetahui bahwa majalah TIME baru saja melaporkan perihal
Saifur Rahman Mansour pada 7 Maret.
Jika anda melihat gunung es yang amat besar di Shahi Kot yang digambarkan dalam laporan TIME dan mengkaitkan dengan nama Mansour, hal itu akan mengingatkan kembali sabda Nabi Muhammad (SAW), "Jika salah satu dari kalian hidup pada masa itu kalian harus pergi bersamanya meskipun kalian harus mengarungi salju dan es"
Kemudian membaca laporan koresponden majalah TIME "benteng gunung
Mansour yang menjadi sebuah magnet bagi perlawanan pantang menyerah Mujahidin Taliban dan Al-Qaeda, yang mereka pergi ke Shahi Kot (beberapa pergi dengan mereka)" .... Benarkah ramalan hadits itu menjadi kenyataan, yang membuat magnet kuat bagi iman yang mengisi jantung mereka menuju komandan Saifur Rahman Mansour di Shahi Kot ? Hanya waktu yang akan membuktikan ramalan Nabi yang mulia dan apakah benar atau tidak Mujahidin di bawah komando Saifur Rahman Mansour akan menyerahkan Bendera Hitam kepada Imam Mahdi.
Dan kebenaran yang telah aku sampikan kepada kalian adalah datang dari Allah (SWT) dan segala kesalahan datang dari diriku sendiri. Aku meminta ampun untuk diriku sendiri dan untuk kalian, dan memohon kepada Allah (SWT) untuk memberikan kepada kita semua kemampuan dan dukungan agar dimasukkan dalam kelompok orang-orang yang benar dan bertaqwa.

:salam
Tok pendekar biaq soalan ni punya lama. So, saya tumpang jawab skit. Tok pendekar tak marah kot noooo..
Kebanyakan hadith2 di atas dipetik dari kitab Ibn Katheer yang bertajuk Tanda2 menjelangnya Kiamat.
Hadith 1
Dari Ali, bahawa Nabi Muhammad (SAW) bersabda, "Seorang lelaki bernama Harith bin Hirath akan datang dari Transoxania (Tajikistan). Angkatan daratnya akan dipimpin oleh seseorang bernama Mansour. Dia akan membuka dan meratakan jalan untuk khalifah dan keluarga Muhammad (SAW), sebagaimana Quraish menegakkan Kekhalifahan Rasulullah (SAW). Setiap orang beriman diwajibkan mendukungnya." (Sunan Abu Dawud)
Komentar:
Albani dlm Da`if al-Jami' al-Saghir, mengatakan hadith ini hadith dhaif.
Hadith 2
Diriwayatkan oleh Imam at Tirmidzi didalam Sunannya, dari Abi Hurairah R.A, ia berkata, bersabda Rasulullah S.AW "Akan keluar dari wilayah Khurasan bendera bendera hitam, dimana tidak ada sesuatupun yang akan menghalanginya hingga dikibarkan di wilayah Iliya"(Hadith Riwayat Tirmidzi)
Komentar:
Hadith tersebut dha'if, dimana sumber kedha'ifannya adalah pada diri Rusydin bin Sa'ad, karena ia adalah perawi yang dha'if (Mizaanul I'tidal, 2:49 dan juga Taqriib at Tahdziib, 1:251)
Hadith 3
Dari Tsauban bahawa Rasulullah S.A.W bersabda, “Sekiranya kamu melihat panji-panji hitam datang dari arah Khurasan, maka pergilah kepada mereka walaupun kamu terpaksa merangkak kerana di antara mereka akan menjadi khalifah Allah Al-Mahdi…” (Hadith riwayat Al-Hakim dan Ahmad)
KOmentar:
Menurut pendapat syeikh Salman Al-Awdah, Ke semua jalur rijal hadith ini adalah dhaif.
Hadith 4
Ibn majah meriwayatkan dlm sunannya dari Abdullah ibn Mas’ud dari jalan Yazid ibn ABi Ziyad dari Ibrahim dari alqamah dari Abdullah beliau berkata, “Ketika kami bersama2 Rasulullah S.A.W, bbrp org dari banu hashim telah datang. Ketika baginda nampak mereka, mata baginda S.A.W berubah warna. Kmdn baginda berkata, “Kami melihat sesuatu yang tidak disukai pada wajah kamu.” Kmdn baginda bersabda: "Kami adalah penduduk suatu negeri yang Allah (SWT) telah memilihkan Akhirat setelah di dunia. Penduduk negeriku ini akan mengalami suatu perjanjian besar setelah kematianku, dan akan diburu hingga seorang yang membawa Bendera Hitam datang dari KHURASAAN. Mereka akan memimpin dan mengajurkan penduduk untuk berbuat baik tetapi penduduk itu menolak; kemudian mereka bertempur sampai mereka menang dan mereka akan menyerahkan kekuasaan kepada seorang laki-laki dari keluargaku. Kemudian bumi akan dipenuhi dengan keadilan, setelah sekian lama dalam kondisi ketidakadilan. Jika salah satu diantara kalian hidup dan mengalaminya kalian harus pergi bersamanya meskipun harus mengharungi salju dan ais.”
Komentar:
Shu’bah berkata tentang perawi Yazid bin Abi Ziyad, “bahawa dia adalah seorang raffa’ (orang selalu meriwayatkan hadith yg tidak diketahui). Imam Ahmad ibn Hanbal berkata, “dia bukan seorang hafiz.” Yahya ibn Mu’in berkata, “Dhaif.” Abu Hatim mengatakan bahawa, “dia adalah lemah.” Al-Jurjani mengatakan, “aku mendengar bahawa mereka mengatakan hadithnya lemah.” Ibn ‘Adi mengatakan bahawa, “Dia adalah salah seorang syiah dari kalangan kufah dan dia juga lemah dalam hadith.”
Namun demikian, Abu Dawud lebih menyukai meriwayatkan hadith darinya. Manakala Imam Muslim hanya meriwayatkan hadith darinya dgn syarat dgn digandingkan dgn perawi lain.
Ibnul Qayyim (Al-Manar Al-Munif) turut memberikan komentarnya terhadap Yazid Ibn Abi Ziyad bahawa beliau adalah seorang dhaif dan lemah hafalannya. Menurut beliau, hadith ini tidak dapat dijadikan hujjah.
Kesimpulannya, kebanyakan fuqaha mengatakan dia adalah lemah dan sesetengah imam terang2 mengatakan bahawa hadith ini dha’if. (Muqaddimah Ibn Khaldun)
Wallahua'lam

:salam
Kata Syeikh Zayed :
Quote:
Tok pendekar biaq soalan ni punya lama. So, saya tumpang jawab skit. Tok pendekar tak marah kot noooo..
Komentar saya :
Saya memohon ribuan kemaafan daripada Saudara tholib , khasnya dan sidang pengunjung al-Ahkam Online , amnya , kerana sehingga kini saya tidak menjawab soalan yang dikemukakan . Itu disebabkan kekurangan ilmu saya mengenai topik yang dikemukakan .
Dan alhamdulillah , jawapan yang diberikan oleh Syeikh Zayed adalah jawapan yang turut sama disokong oleh saya dan ianya MENEPATI STANDARD @ PIAWAIAN JAWAPAN yang diguna-pakai oleh sidang panelis fiqh al-Ahkam Online .
Kini kita sama – sama juga telah mengetahui bahawa hadist – hadist yang menjadi kemusykilan saudara tholib itu rupa-rupanya berdarjat ( berstatus ) : D H O ‘ I E F ; LEMAH . Manakala masalah – masalah yang dikemukakan itu adalah perkara yang berkaitan dengan PERKARA – PERKARA YANG GHAIB .
Perkara – perkara yang ghaib HANYA dapat diterima apabila diyakini hujah – hujahnya , dan hadist – hadist lemah sendiri TIDAKLAH BOLEH DIYAKINI seterusnya TIDAK DAPAT DITERIMA oleh kita di dalam perkara yang melibatkan kepercayaan kita sebagai seorang Islam .
Maka adakah munasabah seseorang itu masih tetap mahu berpegang kepada sesuatu yang meragu-ragukan seperti hadist-hadist lemah itu di dalam membantunya menjadi yakin kepada sesuatu pegangan ataupun kepercayaan !? .
Alangkah anehnya ……….. ! . :shocked:
Komentar Tambahan :
Di dalam menghadapi cerita – cerita SENSASI , khasnya yang berkaitan dengan Peristiwa – Peristiwa Akhir Zaman , SEPATUTNYA kita HANYA berpegang dengan sumber – sumber keilmuan Islam yang sahih ; al-Quranul Karim dan as-Sunnah as-Sohihah , BUKANNYA agak-agakan si fulan dan si fulan ataupun andaian si anu dan si anu .
Peristiwa – Peristiwa Akhir Zaman itu semuanya satu perkara YANG GHAIB yang hanya boleh diyakini daripada sumber yang sahih lagi diyakini .
Jika Baginda RasululLah s.a.w sendiri TIDAK MEMPERINCIKAN hal – hal akhir zaman itu ( diberitahu tarikhnya ataupun siapakah orangnya secara detail dan tepat lagi terang tanpa sebarang kiasan ) maka siapakah kita untuk memperincikannya !? . :spamafote
Apakah kita lebih hebat mengenai HAL EHWAL GHAIB berbanding Baginda s.a.w !? . :non
Ataupun kita yang selama ini mengaku mendokong al-Quranul Karim dan as-Sunnah KADANG – KADANG terpesona juga dengan manhaj para dukun ataupun metode ahli – ahli paranomal ??? . :adus
Apakah kita sudah selesai melakukan kesemua arahan dan tuntutan Allah Ta’ala yang SUDAH JELAS LAGI NYATA MESTI SEGERA DISAHUT sehingga kita pula mula “ menyibukkan diri “ di dalam hal yang masih samar – samar ??? .
saya terbaca satu kisah tentang seorang panglima perang taliban yang dikatakan mempunyai nama seperti yang terdapat dalam hadis Nabi.dibawah saya sertakan kisah tersebut dan soalan saya apakah hadis yang disebut itu hadis sahih?
Apakah Komandan Saifur Rahman Mansour Seperti yang Diramalkan Dalam
Hadis?
Nabi Muhammad (SAW) bersabda, "Seorang lelaki bernama Harits bin Harits akan datang dari Transoxania. Angkatan daratnya akan dipimpin oleh seseorang bernama Mansour. Dia akan membuka dan meratakan jalan untuk khalifah dan keluarga Muhammad (SAW), sebagaimana Quraish menegakkan Kekhalifahan Rasulullah (SAW). Setiap orang beriman diwajibkan mendukungnya." (Abu Dawud)
Nabi (SAW) bersabda, "Kami adalah penduduk suatu negeri yang Allah
(SWT) telah memilihkan Akhirat setelah di dunia. Penduduk negeriku ini akan mengalami suatu perjanjian besar setelah kematianku, dan akan diburu hingga seorang yang membawa Bendera Hitam datang dari KHURASAAN. Mereka akan memimpin dan mengajurkan penduduk untuk berbuat baik tetapi penduduk itu menolak; kemudian mereka bertempur sampai mereka menang dan mereka akan menyerahkan kekuasaan kepada seorang laki-laki dari keluargaku. Kemudian bumi akan dipenuhi dengan keadilan, setelah sekian lama dalam kondisi ketidakadilan. Jika salah satu diantara kalian hidup dan mengalaminya kalian harus pergi bersamanya meskipun harus menngarungi salju dan es. (Ibn Majah,
al-hakim, Imam Ahmad).
Penyelidikan dalam peta- peta lama menujukkan bahwa daerah yang dikenal sebagai Transoxania tempat seorang lelaki bernama Mansour yang dinyatakan datang dari wilayah yang membentang dari apa yang dikenal sekarang sebagai Turkistan Timur, meluas ke barat samapi Bukhara, Samarkand dan Lembah Ferghana yang merupakan benteng JIHAD ISLAM dan Mujahidin, yang meliputi tiga negara yaitu: Uzbekistan, Tajikistan dan Kyrgystan yang meluaskan wilayah ke timur yang didominasi oleh Muslim, Xinjiang daerah sebelah barat Cina.
Wilayah yang dikenal sebagai Khurasaan Besar yang mencakup seluruh
Afghansitan dari Pegunungan Hindhu Kush sebelah Barat daya Jalalabad
dan Peshawar, sampai sebelah Timur berbatasan dengan Iran.
Wilayah yang dimaksud dalam ramalan hadits Nabi Muhammad (SAW) yang
menceritakan seorang Pahlawan Islam yang perkasa, yang akan muncul
menjadi tulang punggung pasukan Imam Mahdi dan yang akan meratakan jalan dalam menegakkan Khilafah Islamiyah di dunia.
Hanya Allah (SWT) saja yang tahu apakah Saifur Rahman Mansour adalah
Mansour yang diramalkan oleh Nabi Muhammad (SAW). Namun yang kami ketahui bahwa Saifur Rahman Mansour memang dari Uzbekistan (Transoxania).
Kami juga mengetahui bahwa majalah TIME baru saja melaporkan perihal
Saifur Rahman Mansour pada 7 Maret.
Jika anda melihat gunung es yang amat besar di Shahi Kot yang digambarkan dalam laporan TIME dan mengkaitkan dengan nama Mansour, hal itu akan mengingatkan kembali sabda Nabi Muhammad (SAW), "Jika salah satu dari kalian hidup pada masa itu kalian harus pergi bersamanya meskipun kalian harus mengarungi salju dan es"
Kemudian membaca laporan koresponden majalah TIME "benteng gunung
Mansour yang menjadi sebuah magnet bagi perlawanan pantang menyerah Mujahidin Taliban dan Al-Qaeda, yang mereka pergi ke Shahi Kot (beberapa pergi dengan mereka)" .... Benarkah ramalan hadits itu menjadi kenyataan, yang membuat magnet kuat bagi iman yang mengisi jantung mereka menuju komandan Saifur Rahman Mansour di Shahi Kot ? Hanya waktu yang akan membuktikan ramalan Nabi yang mulia dan apakah benar atau tidak Mujahidin di bawah komando Saifur Rahman Mansour akan menyerahkan Bendera Hitam kepada Imam Mahdi.
Dan kebenaran yang telah aku sampikan kepada kalian adalah datang dari Allah (SWT) dan segala kesalahan datang dari diriku sendiri. Aku meminta ampun untuk diriku sendiri dan untuk kalian, dan memohon kepada Allah (SWT) untuk memberikan kepada kita semua kemampuan dan dukungan agar dimasukkan dalam kelompok orang-orang yang benar dan bertaqwa.

:salam
Tok pendekar biaq soalan ni punya lama. So, saya tumpang jawab skit. Tok pendekar tak marah kot noooo..
Kebanyakan hadith2 di atas dipetik dari kitab Ibn Katheer yang bertajuk Tanda2 menjelangnya Kiamat.
Hadith 1
Dari Ali, bahawa Nabi Muhammad (SAW) bersabda, "Seorang lelaki bernama Harith bin Hirath akan datang dari Transoxania (Tajikistan). Angkatan daratnya akan dipimpin oleh seseorang bernama Mansour. Dia akan membuka dan meratakan jalan untuk khalifah dan keluarga Muhammad (SAW), sebagaimana Quraish menegakkan Kekhalifahan Rasulullah (SAW). Setiap orang beriman diwajibkan mendukungnya." (Sunan Abu Dawud)
Komentar:
Albani dlm Da`if al-Jami' al-Saghir, mengatakan hadith ini hadith dhaif.
Hadith 2
Diriwayatkan oleh Imam at Tirmidzi didalam Sunannya, dari Abi Hurairah R.A, ia berkata, bersabda Rasulullah S.AW "Akan keluar dari wilayah Khurasan bendera bendera hitam, dimana tidak ada sesuatupun yang akan menghalanginya hingga dikibarkan di wilayah Iliya"(Hadith Riwayat Tirmidzi)
Komentar:
Hadith tersebut dha'if, dimana sumber kedha'ifannya adalah pada diri Rusydin bin Sa'ad, karena ia adalah perawi yang dha'if (Mizaanul I'tidal, 2:49 dan juga Taqriib at Tahdziib, 1:251)
Hadith 3
Dari Tsauban bahawa Rasulullah S.A.W bersabda, “Sekiranya kamu melihat panji-panji hitam datang dari arah Khurasan, maka pergilah kepada mereka walaupun kamu terpaksa merangkak kerana di antara mereka akan menjadi khalifah Allah Al-Mahdi…” (Hadith riwayat Al-Hakim dan Ahmad)
KOmentar:
Menurut pendapat syeikh Salman Al-Awdah, Ke semua jalur rijal hadith ini adalah dhaif.
Hadith 4
Ibn majah meriwayatkan dlm sunannya dari Abdullah ibn Mas’ud dari jalan Yazid ibn ABi Ziyad dari Ibrahim dari alqamah dari Abdullah beliau berkata, “Ketika kami bersama2 Rasulullah S.A.W, bbrp org dari banu hashim telah datang. Ketika baginda nampak mereka, mata baginda S.A.W berubah warna. Kmdn baginda berkata, “Kami melihat sesuatu yang tidak disukai pada wajah kamu.” Kmdn baginda bersabda: "Kami adalah penduduk suatu negeri yang Allah (SWT) telah memilihkan Akhirat setelah di dunia. Penduduk negeriku ini akan mengalami suatu perjanjian besar setelah kematianku, dan akan diburu hingga seorang yang membawa Bendera Hitam datang dari KHURASAAN. Mereka akan memimpin dan mengajurkan penduduk untuk berbuat baik tetapi penduduk itu menolak; kemudian mereka bertempur sampai mereka menang dan mereka akan menyerahkan kekuasaan kepada seorang laki-laki dari keluargaku. Kemudian bumi akan dipenuhi dengan keadilan, setelah sekian lama dalam kondisi ketidakadilan. Jika salah satu diantara kalian hidup dan mengalaminya kalian harus pergi bersamanya meskipun harus mengharungi salju dan ais.”
Komentar:
Shu’bah berkata tentang perawi Yazid bin Abi Ziyad, “bahawa dia adalah seorang raffa’ (orang selalu meriwayatkan hadith yg tidak diketahui). Imam Ahmad ibn Hanbal berkata, “dia bukan seorang hafiz.” Yahya ibn Mu’in berkata, “Dhaif.” Abu Hatim mengatakan bahawa, “dia adalah lemah.” Al-Jurjani mengatakan, “aku mendengar bahawa mereka mengatakan hadithnya lemah.” Ibn ‘Adi mengatakan bahawa, “Dia adalah salah seorang syiah dari kalangan kufah dan dia juga lemah dalam hadith.”
Namun demikian, Abu Dawud lebih menyukai meriwayatkan hadith darinya. Manakala Imam Muslim hanya meriwayatkan hadith darinya dgn syarat dgn digandingkan dgn perawi lain.
Ibnul Qayyim (Al-Manar Al-Munif) turut memberikan komentarnya terhadap Yazid Ibn Abi Ziyad bahawa beliau adalah seorang dhaif dan lemah hafalannya. Menurut beliau, hadith ini tidak dapat dijadikan hujjah.
Kesimpulannya, kebanyakan fuqaha mengatakan dia adalah lemah dan sesetengah imam terang2 mengatakan bahawa hadith ini dha’if. (Muqaddimah Ibn Khaldun)
Wallahua'lam

:salam
Kata Syeikh Zayed :
Quote:
Tok pendekar biaq soalan ni punya lama. So, saya tumpang jawab skit. Tok pendekar tak marah kot noooo..
Komentar saya :
Saya memohon ribuan kemaafan daripada Saudara tholib , khasnya dan sidang pengunjung al-Ahkam Online , amnya , kerana sehingga kini saya tidak menjawab soalan yang dikemukakan . Itu disebabkan kekurangan ilmu saya mengenai topik yang dikemukakan .
Dan alhamdulillah , jawapan yang diberikan oleh Syeikh Zayed adalah jawapan yang turut sama disokong oleh saya dan ianya MENEPATI STANDARD @ PIAWAIAN JAWAPAN yang diguna-pakai oleh sidang panelis fiqh al-Ahkam Online .
Kini kita sama – sama juga telah mengetahui bahawa hadist – hadist yang menjadi kemusykilan saudara tholib itu rupa-rupanya berdarjat ( berstatus ) : D H O ‘ I E F ; LEMAH . Manakala masalah – masalah yang dikemukakan itu adalah perkara yang berkaitan dengan PERKARA – PERKARA YANG GHAIB .
Perkara – perkara yang ghaib HANYA dapat diterima apabila diyakini hujah – hujahnya , dan hadist – hadist lemah sendiri TIDAKLAH BOLEH DIYAKINI seterusnya TIDAK DAPAT DITERIMA oleh kita di dalam perkara yang melibatkan kepercayaan kita sebagai seorang Islam .
Maka adakah munasabah seseorang itu masih tetap mahu berpegang kepada sesuatu yang meragu-ragukan seperti hadist-hadist lemah itu di dalam membantunya menjadi yakin kepada sesuatu pegangan ataupun kepercayaan !? .
Alangkah anehnya ……….. ! . :shocked:
Komentar Tambahan :
Di dalam menghadapi cerita – cerita SENSASI , khasnya yang berkaitan dengan Peristiwa – Peristiwa Akhir Zaman , SEPATUTNYA kita HANYA berpegang dengan sumber – sumber keilmuan Islam yang sahih ; al-Quranul Karim dan as-Sunnah as-Sohihah , BUKANNYA agak-agakan si fulan dan si fulan ataupun andaian si anu dan si anu .
Peristiwa – Peristiwa Akhir Zaman itu semuanya satu perkara YANG GHAIB yang hanya boleh diyakini daripada sumber yang sahih lagi diyakini .
Jika Baginda RasululLah s.a.w sendiri TIDAK MEMPERINCIKAN hal – hal akhir zaman itu ( diberitahu tarikhnya ataupun siapakah orangnya secara detail dan tepat lagi terang tanpa sebarang kiasan ) maka siapakah kita untuk memperincikannya !? . :spamafote
Apakah kita lebih hebat mengenai HAL EHWAL GHAIB berbanding Baginda s.a.w !? . :non
Ataupun kita yang selama ini mengaku mendokong al-Quranul Karim dan as-Sunnah KADANG – KADANG terpesona juga dengan manhaj para dukun ataupun metode ahli – ahli paranomal ??? . :adus
Apakah kita sudah selesai melakukan kesemua arahan dan tuntutan Allah Ta’ala yang SUDAH JELAS LAGI NYATA MESTI SEGERA DISAHUT sehingga kita pula mula “ menyibukkan diri “ di dalam hal yang masih samar – samar ??? .

AYAT-AYAT ALQUR’AN TENTANG JIHAD

KEUTAMAAN JIHAD DA MUJAHIDIN (PEJUANG)
Keutamaan Jihad
Perintah Berjuang
Al Baqarah : 218
218. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Ali Imran :145
145. sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. dan Kami akan memberi Balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
Ali Imran :157
157. dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal[245], tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan.
[245] Maksudnya: meninggal di jalan Allah bukan karena peperangan.
Ali Imran : 200
200. Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.
An Nisaa’ : 74
74. karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat[316] berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan Maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.
[316] Orang-orang mukmin yang mengutamakan kehidupan akhirat atas kehidupan dunia ini.
An Nisaa’ : 76,77,84,95,104
76. orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena Sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.
77. tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka[317]: “Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!” setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada
Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. mereka berkata: “Ya Tuhan Kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada Kami sampai kepada beberapa waktu lagi?” Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun[318].
[317] Orang-orang yang Menampakkan dirinya beriman dan minta izin berperang sebelum ada perintah berperang.
[318] Artinya pahala turut berperang tidak akan dikurangi sedikitpun.
84. Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri[324]. Kobarkanlah semangat Para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah Amat besar kekuatan dan Amat keras siksaan(Nya).
[324] Perintah berperang itu harus dilakukan oleh Nabi Muhammad s.a.w karena yang dibebani adalah diri beliau sendiri. ayat ini berhubungan dengan keengganan sebagian besar orang Madinah untuk ikut berperang bersama Nabi ke Badar Shughra. Maka turunlah ayat ini yang memerintahkan supaya Nabi Muhammad s.a.w. pergi berperang walaupun sendirian saja.
95. tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk[340] satu derajat. kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk[341] dengan pahala yang besar,
[340] Maksudnya: yang tidak berperang karena uzur.
[341] Maksudnya: yang tidak berperang tanpa alasan. sebagian ahli tafsir mengartikan qaa’idiin di sini sama dengan arti qaa’idiin Maksudnya: yang tidak berperang karena uzur..
104. janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). jika kamu menderita kesakitan, Maka Sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Al Maidah : 35
35. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.
Al Anfaal : 60,65
60. dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).
65. Hai Nabi, Kobarkanlah semangat Para mukmin untuk berperang. jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti[623].
[623] Maksudnya: mereka tidak mengerti bahwa perang itu haruslah untuk membela keyakinan dan mentaati perintah Allah. mereka berperang hanya semata-mata mempertahankan tradisi Jahiliyah dan maksud-maksud duniawiyah lainnya.
At Taubah : 111,120
111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.
120. tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri rasul. yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,
Al Hujurat : 15
15. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar.
Ash Shaff :4, 11
4. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh
11. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
At Tahrim : 9
Hai Nabi bersikap keraslah terhadap mereka. perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik.
tempat mereka adalah Jahannam
Jihad yang paling mulia
Al Baqarah:258
258. Apakah kamu tidak memperhatikan orang[163] yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). ketika Ibrahim mengatakan: “Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan,” orang itu berkata: “Saya dapat menghidupkan dan mematikan”.[164]Ibrahim berkata: “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, Maka terbitkanlah Dia dari barat,” lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
[163] Yaitu Namrudz dari Babilonia.
[164] Maksudnya raja Namrudz dengan menghidupkan ialah membiarkan hidup, dan yang dimaksudnya dengan mematikan ialah membunuh. Perkataan itu untuk mengejek Nabi Ibrahim a.s.
Al Mukmin : 28 sd 44
28. dan seorang laki-laki yang beriman di antara Pengikut-pengikut Fir’aun yang Menyembunyikan imannya berkata: “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena Dia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah Padahal Dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. dan jika ia seorang pendusta Maka Dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu”. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.
29. (Musa berkata): “Hai kaumku, untukmulah kerajaan pada hari ini dengan berkuasa di muka bumi. siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menimpa kita!” Fir’aun berkata: “Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar”.
29. (Musa berkata): “Hai kaumku, untukmulah kerajaan pada hari ini dengan berkuasa di muka bumi. siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menimpa kita!” Fir’aun berkata: “Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar”.
30. dan orang yang beriman itu berkata: “Hai kaumku, Sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti Peristiwa kehancuran golongan yang bersekutu.
31. (yakni) seperti Keadaan kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud dan orang-orang yang datang sesudah mereka. dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya.
32. Hai kaumku, Sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari panggil-memanggil[1321].
[1321] Hari kiamat itu dinamakan hari panggil memanggil karena orang yang berkumpul di padang mahsyar sebagian memanggil sehagian yang lain untuk meminta tolong.
33. (yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang, tidak ada bagimu seorangpun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah, dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorangpun yang akan memberi petunjuk
34. dan Sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu Senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika Dia meninggal, kamu berkata: “Allah tidak akan mengirim seorang (rasulpun) sesudahnya. Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu.
35. (yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka[1322]. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.
[1322] Maksudnya mereka menolak ayat-ayat Allah tanpa alasan yang datang kepada mereka.
38. orang yang beriman itu berkata: “Hai kaumku, ikutilah Aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar.
39. Hai kaumku, Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan Sesungguhnya akhirat Itulah negeri yang kekal.
40. Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, Maka Dia tidak akan dibalasi melainkan sebanding dengan kejahatan itu. dan Barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam Keadaan beriman, Maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki di dalamnya tanpa hisab.
41. Hai kaumku, Bagaimanakah kamu, aku menyeru kamu kepada keselamatan, tetapi kamu menyeru aku ke neraka?
42. (Kenapa) kamu menyeruku supaya kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan apa yang tidak kuketahui Padahal aku menyeru kamu (beriman) kepada yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun?
43. sudah pasti bahwa apa yang kamu seru supaya aku (beriman) kepadanya tidak dapat memperkenankan seruan apapun baik di dunia maupun di akhirat[1323]. dan Sesungguhnya kita kembali kepada Allah dan Sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka Itulah penghuni neraka.
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html