Assalamualaikum
WR.WB
Alhamdulillah
bertemu lagi dengan ane yang kali ini akan kembali membuat cerita Action, dan
kita semua tahu bahwa semua cerpen ane memang tidak menarik untuk dibaca? Tapi
itulah, ane membuat apa yang ane harus buat dan mengapa kita tidak boleh
berkarya sekalipun karya itu jelek. Menurut ane yang penting bagaimana kita
menyusun materi dan membuat cerpen sesuai dengan sudut pandang nya! dari pada
tidak sama sekali. . . itu
Cerpen kali ini terinspirasi dari
peperangan pada masa awal kemerdekaan bangsa ini “Battle Of Borneo” pertempuran
dari regional kalimantan untuk mempertahan kan wilayah kedaulatan mereka dari
Kompeni dan Tentara Banzai (Japanese Army) dan belanda (netherland force), yang
mengadakan ekspansi militer di wilayah kalimantan.
Untuk menguasai ladang minyak di nunukan,
ekploitasi hutan, dan sumber daya di pulau kalimantan, tak luput dari itu
kalimantan selatan pun menjadi pelabuhan laut bagi tentara jepang. Wilayah
borneo tebagi dari dua kompeni, yaitu belanda yang menguasai kalimantan barat,
utara, wilayah malaysia di kalimantan, dan brunei, oleh 85th
division netherland force. Dan yang menguasai kalimantan bagian tengah,
selatan, dan timur, oleh okinawa marine force.
24
desember 2013, Seluruh kalimantan telah di duduki oleh tentara asing, kecuali
kota-kota kecil yang masih bisa di pertahankan oleh milisi setempat, tak
terkecuali kota martapura yang masih bisa di pertahan kan oleh para milisi
Al-Fattah, dengan kekuatan seluruh pemuda dari kabupaten banjar, kami masih
bisa mempertahankan sebagian wilayah kabupaten banjar walaupun Cuma martapura,
sungai rangas, dan karang intan.
Berbagai
milisi di bawah naungan Kesultanan Banjar bersatu untuk melawan ekspansi dari
tentara jepang yang masuk mulai dari arah banjarmasin, yaitu milisi Herlina
Troopers, sungai rangas hambuku , Hizbullah, laskar sultan adam, Karang intan
division, gambut Airborne 101st division, dan gerakan perlawanan Lok
Baintan .
25
Desember 2013, Kompi pertama jepang melakukan konvoi militer melalui jalan
veteran menuju ke martapura bertujuan untuk merebut dan menguasai martapura
dari jalur arteri, walaupun begitu pasukan jepang mendapat sambutan hangat dari
gerakan perlawanan sungai pinang yang dipimpin oleh letnan Khairi (anang Khair)
di sungai tabuk, kovoi kendaraan tempur jepang diserang habis-habisan oleh
mortar milisi sungai pinang, sekama setengah hari perang tentara jepang terus
menambah resimen nya.
Pasukan
gerakan perlawanan lok ba intan pun tak dapat berbuat apa-apa dan mundur ke
arah martapura, pada malam hari nya tentara jepang dikejutkan oleh serangan
udara oleh pasukan Gambut Airborne 101st yang menghancurkan kendaraan
lapis baja dan tank-tank pasukan jepang.
Sekarang
jepang sudah pincang dengan segala sumberdaya militer yang tersisa habis di
bombardir oleh angkatan udara gambut, melihat ini pasukan herlina troopers tak
ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk sapu bersih pasukan jepang yang berada di
sungai tabuk dan sekitar nya. Kapten Akbar dan anak buah nya langsung menuju
sungai tabuk dengan bersejata lengkap didukung oleh pasukan sungai rangas
hambuku, “Wah,,,tempat ini seperti habis terkena gempa” ucap Bambang. “memang
dahsyat serangan udara dari pesawat pembom Airborne 101st,,,,,,kalau
begini aku yakin kita bisa kembali menguasai banjarmasin dan mengusir jepang
dari south borneo.” Sahut Bayu.
26
Desember 2013, Sungai Tabuk pun sekarang kembali dikuasai dan di Amanahkan
kepada Resimen angkatan laut Sungai Rangas Hambuku, “Kapten Amli anda dan
pasukan anda di percayakan untuk menduduki dan menjaga sungai tabuk untuk waktu
yang belum ditentukan oleh pangeran banjar” cetus Kapten Akbar. “Akan kami
genggam amanah ini, lagi pula kami akan
lebih kuat dengan dukungan dari Infanteri dari Lok Baintan dengan bersama
mereka kami akan lebih mudah” Sahut kapten Amliannor.” Hei apakah disini ada
buku panduan lapangan untuk menggunakan kendaraan lapis baja yang tentara
jepang tingalkan, ini akan menjadi suatu keuntungan kalau kita bisa memakai kendaraan
lapis baja mereka”. Kata kapten Akbar. “Kendaraan ini tak akan kita
pakai,biarkan saja jadi besi tua dan menjadi bukti bahwa disini pernah terjadi
perang yang dahsyat”. Sahut kapten Amliannor dengan nada tinggi.
Basis
pertahanan pun di tambah dengan berhasil nya direbut nya kota sungai tabuk,
semua keperluan militer baik itu bom, senjata, meriam, tank, pesawat dan
alutsista lainya di pindah ke sungi tabuk, pasukan herlina troopers pimpinan
Kap Akbar dan sebagian pasukan Lok Baintan pimpina Letnan Khair ( Anang Khair) menuju
ke kota Gambut untuk memrencanakan serangan gabungan dengan gambut untuk
merebut kota utama Banjarmasin dan bandar laut jepang di pelabuhan TriSakti.
Tim mengunakan Helikopter MH-60 dari tim Sungai Rangas Hambuku.
27
Desember 2013, Tiga Resimen melakukan rapat tertutup di pangkalan militer
Gambut, “Bagaimana dengan serangan kita nanti ke basis pertahan jepang di
banjarmasin, apakah dengan melakukan gerak cepat seperti iraq menyerang kuwait
atau serangan udara seperti di sungai tabuk kemarin baru di sapu kemudian oleh
pasukan Infanteri?”. Tegas Letnan khair
berkata pertama kali. “Itu mungkin agak lain jalan nya skenario dengan yang di
sungai tabuk, kota banjarmasin pasti dilengkapi missil dari darat ke udara, dan
wilayah udara mereka pasti di jaga dengan ketat belum lagi senjata Anti Air
Craft Gun Mereka, pasti pasukan penerjun dari Gambut Airborne 101st
akan menjadi sasaran empuk mereka, aku tak mau seperi kejadian dulu yang pernah
kita ulangi pada saat pertama kali Ekspansi jepang.” Sahut Akbar dengan nada
tinggi. “Kalau seperti itu bagaimana kita gunakan Informan berpengalaman Kopral
Irsyad dan Kopral Hilman yang sekerang bertugas di perbatasan, untuk memantau
aktivitas militer jepang” Sahut Kapten Hermawan. “Baiklah Mari kita coba”.
Sahut let Khair.
28
Desember 2013, Infoman pun di terjunkan ke Kota Utama, “mereka paling lambat
akan memberi kabar dan perkembangan pada esok hari”. Cetus Kap Hermawan. “Kalau
begitu kita harus mempersiapkan fisik dan enjata untuk bertempur”. Sahut Kap
Akbar. Tim gabungan dari Resimen Herlina Troopers, Lok Baintan, Gambut Airborne
101st, pun akhirnya melakukan latihan medan untuk melatih fisik dan
menyusun strategi tempur. “Kapten ada pesan masuk dari Informan”. Teriak Kopral
Muslih dari kejauhan. Latihan pun di hentikan untuk melihat pesan yang di kirim
oleh Informan,
ASSALAMUALAIKUM WR.WB
KABAR DARI KAMI SAUDARA SEKALIAN, SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN
KEMENANGAN KEPADA KITA SEMUA, INSYA ALLAH.
KEHANCURAN MEREKA AKAN DATANG SEGERA TANPA MEREKA
SADARI, YANG SIBUK DENGAN PESTA YANG MEREKA RAYAKAN
WAHAI SAUDARAKU SERANG LAH MEREKA PADA MALAM PERGANTIAN
TAHUN DIMANA MEREKA AKAN SANGAT LEMAH DENGAN PESTA
YANG MEREKA BUAT, INILAH PELUANG YANG DI BERIKAN ALLAH
KEPADA KITA SEMUA, JAYA TERUS SAUDARAKU BERJUANGLAH
DAN JANGAN GENTAR SEDIKITPUN DENGAN OARANG KAFIR.
KEJAYAAN HANYA UNTUK ALLAH,RASUL, DAN UMAT MUSLIMIN
AKAN TETAPI ORANG KAFIR TAK MENYADARI.
WASSALAMUALAIKUM WR.WB.
Melihat surat ini semua tim pun
terbakar semangat tempur untuk melawan jepang dan memusnahkan nya dari bumi
Borneo.
29
Desember 2013, dua hari sebelum penyerangan terhadap kota Banjarmasin, semua
Resimen yang tergabung dalam Kesultanan Banjar bersiap untuk melakukan serangan
terbesar ke kota Banjarmasin. Semua persiapan terasa sudah sangat cukup pasukan
Sungai Rangas Hambuku mulai masuk sedikit demi sedikit melalui DAS Martapura.
30
Desember 2013, pasukan sungai rangas hambuku berhenti di kota sungai gardu
menunggu perintah selanjut nya dan mendirikan basis pertahanan kecil dengan kekuatan
11 tank amfibi, 5 kapal perang perusak, 2 kapal pengangkut tank tempur utama,
125 orang personel Infanteri. Mengantisipasi ada serangan kejut dari jepang
melalui singai martapura.
31
Desember 2013, 500 personel penerjun Gambut Airborne 101st di angkut
dengan pesawat cargo c-17 untuk melakukan penerjunan terhadap letak strategis
pertahanan dan pelabuhan jepang, 10 pesawat F22 Raptor,15 F16 melakukan
serangan kejut terhadapa titik pertahanan, gudang senjata, bandar laut dan
menghancurkan missil sekaligus persenjataan berat jepang di Pangkalan militer
mereka di teluk dalam. Pasukan jepang pun tak dapat menghindari nya karena
sebagian besar prajurit merayakan malam pergantian tahun, tak lama kemudian
pasukan Airborne 101st melakukan penerjunan ke daerah yang telah di
serang dengan Air Strike. Pasukan Penerjun berhasil mendarat dengan sempurna
dan menyisir lokasi bekas serangan udara untuk memastikan tak ada tentara
jepang yang selamat.
Tim
Herlina Troopers dan gerakan perlawanan Lok Baintan dengan helikopter MH-60
dari resimen angkatan darat melakukan pendaratan pasukan di daerah sultan adam
guna menutup suplai senjata pasukan jepang dari kayu tangi tak lama kemudian
Pasuan Sungai Rangas Hambuku dari Resimen angkatan laut melakukan pergerakan
memasuki perairan kota banjarmasin melalui sungai martapura untuk men suplai
amunisi dan memberikan perlindungan dengan Artileri berat kapal perang mereka.
Misi
Infanteri Herlina Troopers dan Gerakan Perlawanan Lok Baintan sekarang adalah
untuk menangkap jenderal Jepang yang melakukan misi ekspansi di South Borneo,
yang bernama Takeshi Akimoto. Misi pun berubah dari gerak cepat menjadi
pembebasan kota banjarmasin. Semua personel di instruksikan apabila melihat
tentara jepang atau warga jepang untuk
membunuh nya kalau melawan dan akan di jadikan tawanan apabila menyerah,
dalam waktu 3 jam malam yang penuh dengan pesta kini berubah menjadi neraka
bagi personel dan orang japang yang ada di kota banjarmasin.
Pukul
4 pagi tim angkatan darat melakukan mobilisasi ke pusat kota banjarmasin dimana
pemimpin dari pasukan jepang yang menginvasi banjamasin berada, tak lama
kemudian keluarlah jenderal Takeshi Akimoto dengan kedua tangan diatas
menandakan menyerah, “Noval aku ingin sekali menembak orang sialan itu yang
sudah membunuh keluarga dan menjajah kita selama ini”. Gumam Bambang pada
Noval. “aku pun juga ingin mengantung nya di tiang yang ada di sana”. Sambil
menunjuk tiang lampu jalanan. “Arief bayu bawa orang itu kesini biar kita bawa
ke martapura untuk oleh-oleh perang dari kit pada Pangeran banjar.
1
Januari 2013, jepang menyerah tanpa syarat pada Pasukan gabungan Kesultanan
Banjar, dan Jenderal Takeshi akimoto beserta puluhan tawanan lainya di eksekusi
pancung dan kepala mereka di kembalikan kepada keluarga mereka yang ada di
jepang untuk kehormatan karena telah berani menjajah bumi Banua (South Borneo).
Kalimantan Selatan adalah daerah pertama yang berhasil keluar dari penjajah dan
mengusir nya, tak lama kemudian berangsur-angsur daerah lain kalimatan pun
berhasil mengusir penjajah seluruh Kalimanan pun terbebas dari penjajah dan
terbentuk lah beberapa pasukan pertahan dari masing masing daerah.
Tokoh-Tokoh
dalam cerpen ini:
Ø Wahid Akbar, Capten Herlina Troopers
Ø M. Khairi (Anang Khair), Letnan Gerakan Perlawanan Lok Baintan
Ø Hermawan, Capten Gambut 101st Airborne
Ø Amliannor, Capten Sungai Rangas Hambuku
Ø Muslih, Kopral 1st class 101st Airborne
Ø Irsyad, Kopral 1st class 101st Airborne
Ø Hilman, Kopral 1st class 101st Airborne
Ø Bayu, Sersan 1st class Squad Automatic Weapon
Herlina Troopers
Ø Bambang, Sersan 1st class Squad Auto matic Weapon
Herlina Troopers
Ø Noval, Sersan 1st class Squad Automatic Weapon
Ø Arief, Letnan Squad Sniper Rifle
Terima
kasih Atas Perhatian Nya. . . .
Home,
24 juli 2013
Created
by : Bambang Tri Hartomo
(
@MohammadAlAidid on Twitter )
WASSALAMUALAIKUM
WR.WB






0 comments:
Post a Comment