Thursday, December 26, 2013

Menjemput Mimpi Di Medan Perang

Assalamualaikum WR.WB

Alhamdulillah bertemu lagi dengan ane yang kali ini akan kembali membuat cerita Action, dan kita semua tahu bahwa semua cerpen ane memang tidak menarik untuk dibaca? Tapi itulah, ane membuat apa yang ane harus buat dan mengapa kita tidak boleh berkarya sekalipun karya itu jelek. Menurut ane yang penting bagaimana kita menyusun materi dan membuat cerpen sesuai dengan sudut pandang nya! dari pada tidak sama sekali. . . itu

Dan ini ada satu cerpen lagi yang berjudul “Menjemput Mimpi Di Medan Perang” cerita ini terinspirasi oleh beberapa pertempuran pada perang dunia ke II dan tentara Jerman pimpinan (Adolf hitler)
Pemaksaan itulah yang terjadi pada kami para personel PPMK setelah bebas tugas dari misi 5 tahun lalu, Pemimpin negara Indonesia membuat kewajiban untuk melakukan wajib militer dan kami yang merupakan veteran perang di culik dan interogasi untuk ikut dalam mewujudkan mimpi president Indonesia yang saat itu di jabat oleh YBS. Kami ditempatkan di camp – camp pelatihan yang terpisah dan disana aku bertemu dengan teman baru yang bernama Kabul Husaini, di adalah seorang penambang dulunya sebelum masuk militer walaupun belum pernah berperang tapi dia tahu banyak soal itu. Setiap hari kami bertukar pikiran tentang strategi bertempur nanti.
Suatu hari kabul berkata padaku, Hey kau tau? kita ini hanya boneka perang untuk mewujudkan mimpi seseorang yang merasa bahwa dia paling unggul dari bangsa – bangsa di dunia, maksud mu apa? Tanya ku pada kabul. Wajib militer ini hanya kedok untuk YBS menginvasi negara tetangga nanti nya dan menguasainya. Jadi kita semua disini hanya alat/tumbal untuk mewujudkan mimpi mereka para penguasa dan jendral negeri ini, simpul diriku pada pernyataan kabul. Ya seperti itulah. . .tapi mau bagaimana lagi? harus kita jalani perang ini sampai titik akhir nanti dengan semangat, kan kita warga indonesia, Cetus kabul. Aku salut padanya karena tak ada rasa gentar dan untuk memberontak sedikitpun pada keputusan penguasa sekalipun keputusan itu sangat berat.

18 maret 2014, tahun terakhir pemerintahan yang dipimpin oleh rezim YBS yang sudah hampir menguasai segenap negera asia tenggara kecuali Vietnam dan Filipina dengan menerjunkan pasukan berkekuatan penuh pada bulan desember 2013 berhasil merebut kuala kumpur dan Bangkok dan negara disekitar nya kesatuan kami yang bernama BJM Armed dari divisi Indonesia Tengah, diluncurkan untuk berperang dengan negara terkuat asia tenggara Vietnam yaitu dengan kode operasi pembebasan VietKong kami pun berangkat dari bandara Syamsudin noor pada malam hari untuk melakukan serangan kejut terhadap musuh, pada saat memasuki daerah udara vietnam pilot pun memberi isyarat untuk melakukan penerjunan.

19 maret 2014, pada pagi hari tim melakukan penerjunan di titik strategis dan bassis pertahanan pasukan Vietnam, pada saat sampai di daratan seketika dentuman meriam dari artileri beran pasukan vietnam menghujani kami dan kulihat rekan ku, Kabul sudah tak berada di dekat ku lagi. . .tapi ku buang Fikiran negatif dan terus maju ke depan tuk menyambut serangan musuh. Tak lama terdengan ledakan dan terlihat awan jamur membumbung tinggi di udara ternyata pasukan pembom dari pesawat F22 Raptor telah meluluhlantak kan barisan Artileri pasukan Vietnam. Teluk tonkin pun berhasil kami kuasai, disana kami mendirikan basis pertahan dan pusat koordinasi bagi pasuan BJM Armed, tak lama ada suara yang tak asing memanggil ku dari belakan. Bang. . .! ternyata itu adalah suara Kabul. Hey Prajurit dari mana saja kau? kenapa menghilang begitu saja. Sahut diriku. Oh maaf pada saat penerjunan parasutku tertiup angin dan mendarat jauh di belakang mu. Sahut kabul dengan rendah. Oh gitu to! aku kira kau sudah tewas terkena Proyektil dari Artileri Vietnam. Sambil mengambilkan kopi untuk Kabul. SEMBARANGAN....., Teriak Kabul.

20 maret 2014, kabul berbicara pada ku, Hey sejujurnya aku tak ingin melakuan ini terhatap rakyat dan bangsa lain bagaimana kalau Indonesia juga di jajah seperti ini pasti Seram kan? Kata kabul padaku. Benar juga! kita seharusnya hidup rukun dan damai berdampingan dengan negara tetangga. Sahut diriku. Kita disini hanya alat untuk menjemput mimpi Penguasa Negeri kita, Sahut kabul dengan nada rendah. “ini perang untuk sesuatu yang tak masuk akal” jelas diriku. “Sekedar untuk pulang dan berkumpul dengan teman saudara menjadi mimpi sekarang. . .” kataku pada kabul. “perang ini tidaklah mudah, tapi tanpa perang ini sekalipun, mimpi takkan datang begitu saja! Bukan mimpi tapi kau yang harus menjemput nya!” Kabul tersenyum padaku. Sejak saaat ini aku sangat menghargai Kabul. Ia seorang yang baik dan bermental baja.
 “Tak berdosa kalau kita mati sebelum mimpi kita jemput! Itu lebih baik dari pada kita hidup tapi sekedar brmimpi tanpa melakukan apapun.”

21 maret 2014, Aku mendesah, merasa sendiri sepeninggal kabul. Ya. . .Kabul tewas dalam pertempuran di kota Ho chi minh city. Ledakan mortir menjadi sambutan pertama pada saat tim melakukan operasi di kota itu dan langsung mengoyak tubuh nya. Bagaimanapun aku menyesalinya kabul telah pergi, Tak ada yang ditinggalkan kabul kecuali apa yang kami bicarakan di base dan di perjalanan keberangkatan dari base. Seseorang yang baru beberapa minggu kenal tiba – tiba menjadi orang yang sangat di sesalkan kepergian nya.

22 maret 2014, Kabul seperti bukan sesama Prajurit tapi seakan orang dewasa yang memberi aku pengalaman hidup luar biasa. . . “Perang ini tidaklah mudah, tapi tanpa perang ini sekalipun, mimpi takkan datang begitu saja! Bukan mimpi, tapi kau yang harus menjemputnya!” kata – kata kabul masih berdengung di telingaku. Ketika aku berjalan serasa kabul menjajariku. Setiap menengar dentuman meriam bayangan kabul yang meregang nyawa dengan mengenaskan seakan hadir didepan ku.

23 maret 2014, perang ini masih akan berlanjut, dan tak tahu kapan ini akan berakhir, dan berakhir seperti apa. Seperti kata kabul, aku tengah membantu menjemputkan sebuah mimpi gila seseorang (YBS). Semestinya nyawa pemimpi itu yang di pertaruhkan, bukan aku, kabul dan yang lain.

“Aku punya mimpi sendiri, dan aku akan menjemputnya! Perang ini hanya sesuatu yang harus ku lewati! Kalaupun ku tak bisa melewatinya, setidaknya aku tidak sekedar diam dan berharap mimpi itu datang dengan sendirinya. . .”

25 maret 2014, ditarik nya pasukan indonesia atas paksaan PBB dan perang pun berakhir dengan perundingan damai antara Indonesia dan negara – negara Asia tenggara.

Home, 24 juli 2013

Created by : Bambang Tri Hartomo (@MohammadAlAidid on Twitter)

Cerita ini terinspirasi dari kronologi perang dunia kedua dan tentara jerman yang dipimpin Hitler pada penyerangan jerman ke Polandia 1939, terimakasih untuk anda yang sudah membaca cerpen ini. Wassalamualaikum WR.WB

0 comments:

Post a Comment

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html