This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tuesday, July 9, 2013

Kau Adalah Embun Di Hatiku

Assalamualaikum WR.WB Bertemu Kembali lagi dengan Cerpen ane dan kali ini yang tidak membawakan genre Action comedy dan Pertempuran, tapi di cerpen kali ini ane akan bikin cerpen dengan Genre lebih Normal dari cerpen yang dulu, itu sebab nya ane lama banget Vacum buat nyempurnain bacaan sama tulisan nya. Dengan genre Romantis namun sedih itulah yang akan ane tuangkan ke dalam cerpen ane kali ini. Yang berjudul “KAU ADALAH EMBUN DI HATIKU” Wow sesuatu banget nih judul, setelah beberapa kali memantau dan mengObservasi cerpen bergenre Tragedi dan Romantis. semoga ane yg sering buat cerita yang Absurd dan Comedy kali ini bisa menunjukan bahwa ane bisa juga bikin cerpen serius yang normal dan buming di sekolah. Dan yang pasti kesamaan NAMA DAN TEMPAT HANYA FIKTIF BELAKA. Raisa, begitu aku memanggilnya. Titik-titik air yang jatuh dari langit di malam hari dan berada di atas dedaunan hijau yang membuatku damai berada di taman ini, seperti damai nya hatiku saat berada di taman ini, dan juga seperti damainya hatiku saat berada di samping wanita yang sangat aku kagumi, Raisa. “ngapain diam di situ, ayo sini Bang…” teriakan Raisa Andriana, yang biasa ku panggil Raisa yang memecahkan lamunan ku. Aku lalu menghampirinya, dan tersenyum manis di hadapannya. “gimana Sa kabar mu sekarang?” ucapku “seperti yang kamu lihat, tak ada kemajuan. Obat hanyalah media yang bertujuan memperparah keadaanku. Dan lihat saja saat ini, aku masih terbaring lemah di rumah sakit kan” keluh Raisa pada ku “obat bukan memperparah keadaanmu, tapi mencegah rasa sakitnya, Sa … kamu harus optimis ya” gumam ku coba meyakinkan nya “hei Bang, aku selalu optimis, kamu nya aja yang cengeng. Kalo jenguk aku pasti kamu mau nangis, iya kan? Udahlah Bang aku udah terima semua yang di takdirkan tuhan, dan saatnya aku untuk menjalaninya, kamu jangan khawatir aku baik-baik aja ko” benar kata Raisa, aku selalu ingin meneteskan air mata, ketika melihat keadaannya lelaki setegar apapun, pasti akan sedih melihat keadaanya termasuk aku Sudah 2 minggu tak kutemui senyum Raisa di sekolah. Sangat sepi yang aku rasakan. Orang yang aku sayangi dan ku kagumi sedang bertaruh nyawa melawan kanker otak yang telah merusak sebagian hidupnya. Apa? Cinta? Apakah benar aku mencintainya? Entahlah aku hanya merasakan sakit di saat melihat dia seperti ini. Ya Rabb, izinkanlah aku menggantikan posisinya. Aku tak ingin melihat wanita yang aku sayangi terbaring lemah di sana, tolong izinkan aku. Seperti biasa, aku menyempatkan diri setelah pulang sekolah untuk pergi menjenguk cindy di rumah sakit. Halah, walaupun cucian sedang numpuk di rumah. AH SUDAHLAH. . . “hai Raisa, gimana nih kabarnya sekarang?” Ucap ku “sudah merasa lebih baik di bandingkan hari kemarin, gimana keadaan sekolah kita?” “baik juga, Cuma… ada yang kurang aja!” gumam ku pada nya “hah… kurang apa Bang?” balas nya yang sedikit terlihat kaget “kurang, karena di sana aku gak bisa menemukan senyum kamu Sa” ucap ku membawakan bunga mawar putih, Hasil petikan di pot depan rumah. . .ngapain juga beli mahal – mahal ke toko bunga kalo tanaman sendiri juga berkualitas, hohoho. OK LANJUT!!! “ada ada aja kamu Bang, hahahah O iya, kata dokter besok aku udah di izinin pulang loh aku senang banget, kamu bisa kan jempu aku?” balasnya dengan sedikit senyuman yang terlihat di wajahnya “apa? Serius?” Tanya ku kaget sekaligus senang “sejak kapan aku bisa bohong sama kamu, aku serius Bambang Tri Hartomo” “gak perlu sebut nama lengkapku Raisa Andriana, aku percaya ko” senang sekali bisa melihat senyum dan tawa mu Raisa, dalam bathin ku Waktu terasa cepat berlalu, karena sekarang aku sudah berada tepat di depan pintu kamar Raisa. Aku mengetuknya dan…”Assalamualaikum, selamat pagi Raisa!” “Wa’alaikum sallam, pagi juga Bambang, gimana? kamu dah siapkan antar aku kemanapun aku mau…?” “siap BU, aku selalu siap mengantarmu kemanapun kamu mau” ucap ku sambil tertawa “ok, sekarang aku pengen ke taman. Tempat kita pertama kali bertemu Bang, kamu bisa antar aku ke sana kan?” pinta Raisa pada ku “siap,ayo berangkat” balas ku mengiyakan permintaan Raisa Taman ini menjadi tempat favorit kami. Sedih, suka, marah akan kami lontarkan di tempat ini. Tempat yang penuh dengan bunga-bunga yang kami tanam dari nol. Ya, taman ini karya kami. Taman yg terletak tepat di belakang gedung sekolah. 1 petak tanah yg tak pernah tersentuh oleh tangan manusia,entah apa alasan mereka. Tanah yang tandus, bunga yang layu telah kami sulap menjadi taman cinta yang begitu indah, yang di tumbuhi bunga-bunga kesukaan kami. Sejak Raisa di rawat di rumah sakit, aku tak pernah mengunjungi taman ini, walaupun dekat dengan sekolahku. “Bang, kenapa semua bunga di sini layu?apakah tak pernah kamu rawat?”Tanya Raisa pada ku. Apa yang harus aku jawab, sebab aku tau, dia pasti marah. “mereka layu karena tak ada kamu di sini Sa” jawabku seadanya “aku? Bukannya tiap pagi selalu ada embun yg membasahinya?” “tak ada yg lebih berarti selain kamubagi tanaman ini, termasuk aku” Jelasku yg membuat dia terdiam sesaat. “maksud kamu?” Raisa menatapku dalam. “tak ada, mereka cuma butuh Raisa Andriana yang merawatnya, bukan embun biasa dan aku. Mereka kesepian, karena sudah 2 minggu tak melihat senyum dan tawamu Sa”. “ya, aku menyadari itu. Sahabat, maafin Raisa ya… maaf selama ini cindy gak bisa merawat sahabat serutin kemarin. Itu karena kesehatan Raisa yang semakin berkurang. Dulu Raisa bisa berdiri sendiri, sekarang Raisa harus menggunakan tongkat, kursi roda dan bahkan teman. Teman seperti Bambang, yang bisa memapah Raisa kemana pun. Makasih ya Bang..” “eh..ii iya, iya jelas Raisa, eee sama sama” Sudah seharian kami di sini, tanpa di sadari Raisa terlelap di Tas ransel samping badan ku. Menetes airmataku ketika melihat semua perubahan fisik yang terjadi padanya. Wajahnya yang pucat, tubuhnya yang semakin kurus, dan rambutnya yang semakin menipis walaupun berbalut jilbab tapi itulah kenyataan nya, membuat aku kasihan. Kenapa harus embun yang mengalaminya? Tapi aku juga salut, tak pernah ada airmata di wajahnya. Dia sangat menghargai cobaan yang diberikan Allah kepadanya, dia selalu tersenyum, walaupun sebenarnya aku tau, ada kesedihan dibalik senyum itu. “Bang…” desahnya “iyaSA, Kamu udah bangun ya? Kita pulang sekarang yuk “ ajakku ketika dia sadar dari mimpinya. “aku mau di sini terus Bang.. kamu mau kan nemenin aku. Aku mau menunggu embun datang membasahi tubuhku. Sudah lama sekali aku tak merasakannya” “tapi angin malam gak baik buat kesehatan kamu” “aku tau, tapi untuk terakhir kali nya Bang, tolong banget ya” “maksud kamu apa? Aku gak mau dengar kalimat itu lagi”. “gak ada maksud apa-apa, kita gak tau takdir kan. Dah ah…kalo kamu gak mau nemenin aku, gak apa-apa. Aku bisa sendiri”. “gak mungkin aku gak nemenin kamu Raisa.. percayalah… aku akan selalu ada untukmu”. “ gitu dong,, itu baru sahabat aku.” Ucapnya sambil melihat bunga-bunga di sekelilingnya. “Raisa…” ucap ku dengan nada rendah “ya” balasnya singkat “kamu suka dengan embun?” Tanya ku “sangat, Aku sangat menyukainya, Embun itu bening, sangat bening. Dan bening itu menyimpan sejuta kesucian, Aku ingin seperti embun, bening dan suci. Menurutmu bagaimana?” balas Raisa dengan nada rendah pula “aku juga mencintai embun, Mencintai embun sejak mengenal kamu Sa” ucap ku “Bang, kamu tau… aku ingin seperti embun. Embun yang bisa hadir dan memberi suasana beda di pagi hari. Embun yang selalu di sambut kedatangannya oleh tumbuhan”. “kamu sudah menjadi embun yang kamu inginkan, ko Sa” balas ku meyakinkan Raisa “maksudmu?” balas Raisa bingung “tak ada” Aku sengaja merahasiakan perasaanku terhadapnya. Karena aku tau, tak ada kata “ya” saat aku menyatakan perasaanku nanti. dia tak mau pacaran, dan dia benci seorang kekasih, entah apa alasannya. Jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi. Raisa pun terlelap kelelahan di sampingku. “Sa…sa …bangun Raisa, sekarang sudah pagi. Katanya mau melihat embun, ayo bangun” bujukku, tapi tak kudengarkan sahutan darinya “ayolah Raisa, bangun Jangan terlelap terlalu lama…” aku mulai resah, apa yg terjadi. Kurasakan dingin tubuhnya, tapi aku menepis fikiran negatif ku. Mungkin saja dingin ini berasal dari embun pagi. “Raisa Andriana, ayo bangun, Jangan buat aku khawatir” Lagi lagi tak kudengarkan sahutannya. Tubuhnya pucat, dingin, kaku. Aku mencoba membawanya kerumah sakit dengan usahaku sendiri “ kami sudah melakukan semaksimal mungkin, tapi Allah berkehendak lain. Raisa sudah menghadap sang pencipta” itulah kata-kata dokter yang memeriksa embun yang membuat aku bagai tersambar petir. Aku lemah, jatuh, dan merasa bersalah. Kalau tak karena aku yang mengajaknya ke taman, mungkin tak kan seperti ini. Ya Rabb, kenapa ini terjadi… aku tak sanggup. Beberapa bulan kemudian…. Aku temui surat berwarna biru dan ada gambar embun di surat itu. Teruntuk Bambang Tri Hartomo Embun… Titik titik air bening yg jatuh dari langit Dan membasahi kelopak bunga yg aku sukai. Aku ingin seperti embun, yang bisa hadir di hati orang Yang menyayanginya. Tapi aku tak menemui siapa orang itu??? OKE INI PENGGALAN SALAH SATU PUISI. . .LANJUT!!! Bang… makasih ya, dalam waktu terakhirku, kamu bisa menjadi embun di hatiku. Dan tak kan pernah aku lupakan itu. Bang.. maaf kalau sebenarnya aku suka sama kamu. Aku sengaja tak mengungkapkannya, karena aku tau.. sahabat lebih berharga di banding kekasih. O ia Bang,,, tolong rawat taman kita ya,, aku gak mau dia layu karena tak ada yang memperhatikannya lagi. Karena taman itu adalah tempat pertemuan kita pertama dan terakhir kalinya. sekali lagi,, makasih dah jadi embun selama aku hidup dan tolong.. jadikan aku embun di hatimu …. salam manis… Raisa Andriana “Raisa …kamu tau, pertama aku kenal kamu, kamu telah menjadi embun dihidupku, yang menyejukkan hatiku. Dan kamu adalah butiran bening yang selalu buat aku tersenyum, seperti embun yang selalu buatmu tersenyum. Taman ini, bukan aku yg akan merawatnya, tapi kita. Dan taman ini tak akan pernah mati, karena kamu selalu ada di sini, di sini rumah mu.” Kalimat terakhirku ketika meletakkan setangkai bunga mawar yg aku ambil dari taman di atas pusaranya. Pusara yg terletak di tengah-tengah taman ini. Dan kunamai taman itu dengan nama embun. Embun yang tak pernah bosan untuk menyejuk kan tanaman di pagi hari. Seperti kau yang selalu dingin hati ku , kau adalah embun di hatiku… THE END Wow,. . .gak nyangka ane bisa sampe sejauh ini. . .cerita sekarang hampir gak ada comedy nya lagi men??? Apakah ane akan banting setir ke genre yang romantis ???? AH SUDAHLAH. . . Semoga cerita ini bisa menghibur anda para pembaca dan sekali lagi terima kasia atas Perhatiannya. Wassalamualaikum WR.WB CERITA INI TERINSPIRASI DARI “beberapa cerpen dan puisi yg ane baca di perpustakaan SMA ane” Created by: Bambang Tri Hartomo 09 – 07 – 2013 Tunggu cerita terinspirasi lain nya. . .#ComedyBro Keep calm and always follow me on twitter and blogger. Have Nice Day
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html