This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tuesday, March 18, 2014

Pengaruh Perkembangan Teknologi Di Kalangan Remaja


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Alasan Pemilihan Judul
Saat ini teknologi sudah semakin maju. Komunikasi antar pulau, Negara bahkan benua, tidaklah sulit lagi dengan tersedianya jaringan global antar komputer yang dapat yang berkomunikasi dari berbagai lokasi di belahan dunia bernama internet. Internet terhubung dengan ribuan katalog perpustakaan sehingga penggunanya dapat meneliti ribuan database yang terbuka untuk umum.
Namun kemunculan internet tersebut, tentu saja berdampak di kalangan masyarakat terutama remaja yang dalam proses belajar menerima arus globalisasi. Apalagi dengan tersedianya fasilitas-fasilitas akses internet di berbagai macam tempat yang di namai warung internet.
Maka kami memutuskan untuk memilih judul “Pengaruh Internet Pada Pelajar MA Negeri 2 Situbondo”.

B.    Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang di angkat dalam penelitian ini adalah:
Bagaimana pengaruh internet bagi pada pelajar smp Negeri 3 ?

C.    Tujuan Penelitian
1)    Mengetahui pengaruh internet pada pelajar MA Negeri 2 Situbondo.
2)    Menambah referensi pustaka sekolah.
3)    Memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.

D.    Pembatasan Masalah
Dengan banyaknya kehadiran internet di lingkungan sekitar MA Negeri 2 Situbondo, tentu saja memberikan pengaruh positif dan negatif.
Bila keseluruhan tersebut di bahas, akan menjadi kajian luas dan kompleks. Oleh sebab itu, penulis membatasi masalah dengan hanya meneliti “Pengaruh Internet Pada Pelajar MA Negeri 2 Situbondo”.

E.    Metodologi
Dalam pembuatan karya ilmiah “Pengaruh Internet Pada Pelajar MA Negeri 2 Situbondo”. Penulis melakukan sedikit pendekatan dengan metode kepustakaan yaitu, metode dengan mengambil data dari bahan pustaka yang relevan dengan bahan penelitian. Selain itu metode yang di gunakan adalah metode observasi yaitu, metode dengan pengumpulan data dengan menggunakan indra.

BAB II
LANDASAN TEORI
A.    Sejarah Internet
 Internet adalah jaringan global yang menghubungkan komputer-komputer di seluruh dunia untuk mengakses segala bentuk informasi yang tersedia di dalam katalog databasenya.

Internet di bentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika pada tahun 1969 melalui riset tentang bagaimana cara menghubungkan sejumlah komputer untuk membentuk jaringan organik yang di beri nama ARPANET (Advanced Research Project Agency Network) yang bertujuan untuk keperluan militer.
Kemudian pada tahun-tahun berikutnya jaringan ARPANET di kembangkan oleh berbagai ilmuwan di berapa negara belahan dunia. Untuk mempermudah akses penjelajahannya pada tahun 1990, Sir John Timothy “Tim” Berners Lee menemukan program editor dan
 browser yang dapat menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya yang membentuk sebuah jaringan bernama Worl Wide Web(WWW).

Internet di Indonesia baru masuk pada tahun 1990-an, saat itu jaringan internet di Indonesia lebih di
kenal sebagai paguyuban network, dimana semangat kerjasama, kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa di antara para pelakunya.

Di tahun 1986-1987 awal perkembangan jaringan internet di kenal sebagai jaringan paket radio di Indonesia. Jaringan paket radio ini di gunakan secara individual oleh masyarakat tertentu terutama di golongan kelas atas. Di tahun yang sama pula muncul jaringan paket radio bernama w:ITB yang di kembangkan dengan memperoleh koneksi dari TelkomNet. Pada akhirnya masuklah jaringan internet dalam jaringan pendidikan di Indonesia. Pada tahun 2006, ada lebih dari 4000 sekolah di Indonesia yang tersambung ke internet.
Dan hingga kini internet terus berkembang pesat secepat jaringan internet itu sendiri.

BAB III
PEMBAHASAN

A.    Manfaat Internet Bagi Pelajar
1.    Dampak Positif

Internet dapat merupakan sebuah layanan yang memudahkan kita menambah wawasan, berkomunikasi dan juga memudahkan kita untuk mencari suatu bahan yang mungkin sulit di cari secara nyata. Melalui akses internet ini, kita dapat menambah wawasan, berkomunikasi jarak jauh dan juga mencari informasi yang sangat kita butuhkan. Dengan kehadiran internet, maka memiliki dampak positif, terutama di kalangan pelajar MA Negeri 2 Situbondo:
a)    Proses pembelajaran dalam sekolah menjadi menarik karena tidak monoton lagi melainkan lebih bervariasi.
b)    Mendorong minat para pelajar untuk lebih aktif, kreatif, produktif, terampil dan mandiri terutama dalam mengembangkan bakat, seperti minat membaca dan menulis hal-hal positif dalam
 blog, catatan dan website.
c)    Mempermudah mencari sumber pembelajaran yang lebih
 up to date (aktual).
d)    Sebagai perpustakaan elektronik.
e)    Sarana pendidikan mata pelajaran TIK.
f)    Membantu para pelajar untuk mengakses berbagai informasi dan ilmu pengetahuan yang menunjang dalam proses pembelajaran di sekolah.
g)    Bisa berkomunikasi dengan teman yang bukan pelajar MA Negeri 2 Situbondo bahkan
 sharing tentang pendidikan di luar kota.

2.    Dampak Negatif
Selain dampak positif, terdapat pula dampak negatif seperti cyber crime di dunia internet yang di alami pelajar MA Negeri 2 Situbondo antara lain:
a)    Siswa jika kurang kontrol dari guru, biasanya membuka situs-situs pornografi.
b)    Siswa cenderung menghabiskan waktu dan uang hanya untuk
 game online, chatting, download, surfing/browsing di waktu luang dan umumnya mereka mengalami kecanduan membuat malas belajar, mengerjakan tugas dan sebagainya.
c)    Proses belajar terganggu karna siswa diam-diam menggunakan akses
 hotspotatau internet via ponsel hanya untuk twitter, plurk, facebook dan berbagai jenis situs pertemanan.
d)    Kurangnya sosialisasi secara langsung dengan oranglain, mereka cenderung diam terus di depan komputer, laptop atau ponsel jika ingin mengobrol dengan orang lain yang jauh.
e)   
 Cyber-relational addiction adalah keterlibatan yang berlebihan pada hubungan yang terjalin melalui internet (seperti melalui chat room dan virtual affairs).

Untuk mengatasi dampak-dampak negatif tersebut, pihak sekolah melakukan beberapa hal seperti:
1)    Memasang
 software sederhana yang dapat mengetahui apa yang sedang di buka siswa di komputernya.
2)    Kadang kala beberapa guru merazia warnet di sekitar sekolah untuk mengetahui apa yang para pelajar lakukan disana.
3)    Di sekolah juga sudah di sediakan ekstrakulikuler Dunia Remaja Ku Seru! (DaKu) yang bertujuan untuk membina dan membimbing para pelajar untuk dapat mengatasi hal-hal negatif seperti yang di sebutkan, serta untuk dapat berpikir positif.
4)    Memasang kamera cctv di setiap kelas untuk mengontrol siswa apabila membuka situs-situs porno atau membuka ponsel.
 
BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil observasi yang kami lakukan, di peroleh kesimpulan sebagai berikut:
1)    Internet adalah jaringan global yang dapat menghubungkan komputer satu dengan yang lain dari seluruh dunia.
2)    Pada umumnya pelajar MA Negeri 2 Situbondo masih menggunakan internet sebagai sistem komunikasi, seperti
 surfing/browsing, download, chatting, e-mail, gaming dan lain-lain.
3)    Internet dapat membantu siswa untuk mengakses berbagai informasi dan ilmu pengetahuan.
4)    Agar siswa tidak terhubung pada situs-situs porno, pihak sekolah mengupayakan berbagai cara seperti razia ke warnet, memasang kamera cctv dan
 softwarepengawas, serta memberikan ekstrakulikuler DaKu yang dapat membimbing siswa untuk berpikir ke arah positif.

B.    Saran
Berdasarkan hasil penelitian di atas, peneliti menyarankan:
a)    Sebaiknya pihak sekolah membuat peraturan untuk siswa supaya tidak membuka situs pornografi di luar maupun di dalam sekolah,
b)    Pihak sekolah juga sebisa mungkin rutin mengecek software yang dapat melihat aktifitas siswanya agar proses belajar tidak terganggu bahkan sebisa mungkin membuat software lain yang bisa memfilter atau memblokir situs pornografi,
c)    Pihak sekolah sebaiknya mengembangkan kegiatan DaKu sebagai mata pelajaran umum untuk siswa bukan ekstrakulikuler saja,
d)    Para peneliti dapat memanfaatkan penelitian ini sebagai kajian awal
untuk melakukan penelitian lebih lanjut,
e)    Para siswa dapat memanfaatkan penelitian ini sebagai bahan intropeksi diri, dan
f)    Hendaknya siswa menggunakan internet sebagai sumber pembelajaran dengan memperhatikan etika.












DAFTAR PUSTAKA

Iswahyudi, Dian Hadi. 2009-2010. Keaktifan Belajar Siswa SMP Negeri 6 Pekanbaru. Karya Ilmiah Sederhana: SMP Negeri 6 Pekanbaru.
Sodiqin. Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Di Indonesia Pada Era Globalisasi. Karya Tulis: Madrasah Aliyah Sultan Hadlirin Matingan Tahunan Jepara.
Widiatmoko, Mukhammad Luthfi. 2008. Pengaruh Internet Bagi Perkembangan Remaja. Karya Ilmiah: SMA Negeri 1 Banjarmasin.
_____. Karya Tulis Ilmiah: Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Lee, Wibowo. 2010. 10 Dampak Negatif Facebook Bagi Pelajar dan Remaja.
Maisya, Trialiana. 2009. Dampak Internet Bagi Perkembangan Anak. Kutaraja. (http://laembateileik.blogspot.com/2009/01/dampak-internet-bagi-perkembangan-anak.html)
Nila, Anis. 2009. Dampak Internet. (http://dunia.pelajar-islam.or.id/dunia.pii/209/dampak-internet.html)
Octa. 2009. Dampak Negatif dan Positif Dari Internet. (http://octahyuuga.wordpress.com/2009/03/02/dampak-negatif-dan-positif-dari-internet/)
Olija. 2008. Dampak Penggunaan Internet Pada Pendidikan. (http://putra-tatiratu.blogspot.com/2008/06/dampak-penggunaan-internet-pada.html)
Pita, Anggia Loka. 2007. Dampak Perkembangan Internet Bagi Remaja Di Indonesia. Indonesia (http://anggipinonwords.blog.friendster.com/)
_____. 2009. Dampak Positif dan Negatif Internet Bagi Pelajar. Indonesia. (http://sinau123.blogspot.com/)
_____. 2009. Internet Untuk Pendidikan dan Pengaruhnya di Pondok. (http://mendadaksantri.blogdetik.com/)
_____. 2010. Dampak Internet dan Opportunity. Jakarta. (http://blog.ub.ac.id/toffucooloutsider/)
_____. 2008. Dampak Internet Terhadap Prestasi Belajar. (http://roufnet.wordpress.com/2008/06/12/dampak-internet-terhadap-prestasi-belajar/)
_____. 2010. Pengaruh Internet Dalam Kehidupan Sehari-hari. (http://fivers.ngeblogs.com/2010/01/03/pengaruh-internet-dalam-kehidupan-sehari-hari/)
_____. Internet Sumber Masalah. (http://www.beritanet.com/Technology/Berita-IT/Internet-Sumber-Masalah)
_____. Dampak Virtual Worlds Bagi Pertumbuhan Anak. (http://www.beritanet.com/Education/Dampak-Virtual-Worlds-Bagi-Pertumbuhan-Anak/)
_____. Dampak Negatif Internet. http://www.enformasi.com/2009/01/dampak-negatif-internet.html

Wednesday, March 12, 2014



Sebuah cerita fiksi tentang kehidupan seorang pejuang muda di daerah konflik, Gaza, Palestina.
Cerita ini tentunya tidak akan mampu mewakilkan bagaimana desah derita yang mereka alami disana, tapi setidaknya dapat menyadarkan kita untuk lebih peduli kepada mereka yang tertindas disana.
semoga anda dapat mengambil manfaat dari kisah yang tersaji dalam cerita ini.
maafkan ketidakberbakatan saya dalam menjadi penulis cerita fiksi.
selamat membaca...


...
Ketakutan, kehampaan, kematian…..
Hal-hal seperti itulah yg dulu sering menggelayuti pikiran kami.
Tapi tidak untuk sekarang, sekarang kami sadar. Betapa berharganya hidup dan tak ada waktu lagi untuk menangisi keadaan, kami harus ikhlas. Ini adalah ujian, sesungguhnya Allah tak akan memberikan ujian yg tidak sanggup ditanggung umat-Nya.
Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “potongan” itu “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.

Gaza, 2011.

                Gersang kehampaan menyelimuti suasana Gaza, Palestina. Mentari mengilaukan cahaya keemasannya seakan terus mengobarkan semangat jihad para mujahid. Awan-awan duka yang menggenggam erat segala kesedihan, seakan sirna oleh terangnya cahaya keimanan. Cahaya yang dinanti oleh setiap muslim untuk dapat bersimpuh memberikan segala yang dimilikinya kepada Sang Pencipta.
                Hari ini seperti hari-hari sebelumnya, dimana kami harus berwaspada menghadapi agresi militer yahudi Israel. Banyak orang berpendapat betapa beratnya kesedihan dan kedukaan yg terjadi di tanah Palestina ini. Tapi, aku dapat membantah semua pemikiran mereka. Disini kami berbahagia. Bagaimana tidak, kami diberikan keutamaan untuk dapat membela agama Allah dan jalan kami menuju kematian secara syahid pun tampak dipermudah. Dan aku pun bisa segera mewujudkan cita-citaku, mati secara syahid dengan senyum di wajahku. Sesuatu yg kuidam-idamkan sejak lama.
                Bau bubuk mesiu yg terbakar adalah sarapan kami di pagi hari. Suara jerit dan tangis adalah alunan nada yg senantiasa mengiringi perjalanan hidup kami. Sedangkan cahaya yg berasal dari ledakan bom dan misil adalah penerangan yg cukup mumpuni bagi kami untuk mengarungi gelapnya malam. Lalu apalagi yg salah? Kami berperang karena keinginan kami sendiri untuk membela Islam.
 Aku bahkan bangga dengan organisasi politik di tanah kelahiranku yg kini juga beralih fungsi menjadi organisasi militer atas nama Jihad. Ya, organisasi ini bernama HAMAS, organisasi yg justru banyak dibenci dunia karena dituding sebagai dalang dari perang di tanah Gaza ini. Tapi, hal itu sama sekali tidak benar. Hal itu hanya propaganda yg dilakukan oleh Israel dan sekutunya, Amerika. Nyatanya, HAMAS-lah satu-satunya organisasi yg senantiasa melindungi kami, melindungi rakyat Palestina.
The will of Gaza
by: HamPerS Reikan
 
                Hari ini adalah hari yg menggembirakan bagiku. Ya, bahkan sangat menggembirakan bagiku. Hari ini adalah hari pertamaku mengemban tugas sebagai pimpinan divisi tempur darat HAMAS. Hal yg tentunya sangat membanggakan bagiku. Oh iya, sebelumnya perkenalkan aku Umar Ali, pemuda Gaza yg baru berusia 16 tahun. Tapi, jangan remehkan aku, di usia yg ke-16 ini aku berhasil naik jabatan sebagai salah satu bagian penting di organisasi yg kumasuki sejak berumur 8 tahun. Ya, aku mengemban amanah yang besar sebagai pimpinan divisi tempur darat HAMAS. Organisasi ini merupakan tempatku untuk turut serta melawan kebiadaban zionis Israel. Di organisasi inilah dulu ayahku memberikan semangat perjuangannya yg akhirnya merenggut nyawanya 9 tahun yg lalu. Tapi, aku bangga dengan semangat Abi. Abi ditembak mati saat sedang menunaikan ibadah shalat fajar. Sebuah tindakan yang sangat biadab oleh zionis Israel. Aku bangga karena kulihat Abi dapat meninggalkan dunia yg fana ini dengan segurat senyum di wajahnya.
                “Siapkan dirimu letnan Umar! Besok kita akan bertempur melawan agresi penuh zionis. Mereka merencanakan untuk menaklukkan Gaza besok!” ujar sang panglima militer, Ismail Hasan. Tentu saja beliau mengetahui hal sepenting tadi karena beliau adalah salah seorang pengamat militer yg cakap dalam menebak sasaran agresi militer zionis Israel.
                “Siap, panglima!” jawabku penuh hormat. “lalu apa yg kita rencanakan?” tanyaku.
                “Rencana seperti biasa, strategi Jihad 94, strategi khusus andalanmu itu akan menjadi andalan bangsa ini juga. Yg penting kita lakukan sekarang adalah memikirkan bagaimana cara meminimalisir korban perang dari pihak wanita dan anak-anak dari Negara kita ini. Namun jangan khawatir, ku dengar kesatuan khusus Uni Emirat Arab (UEA) yg dipimpin Panglima Ahmad Osama juga akan berkoloni membantu kita.” jelas panglima Ismail.
                “Baik! Perintah strategi dipahami.” ujarku semangat.
                “Panglima Ismail! Baru saja kami menerima surat perjanjian koalisi dari organisasi Al-Fatah” ujar seorang komandan divisi perang pertama, komandan Yusuf Hanif.
                “Apa isi surat itu?” tanyaku antusias.
                “Alhamdulillah, panglima militer Al-Fatah, Rizal Syafe’i bersedia bekerja sama dengan kita dalam menghadapi agresi penuh zionis.” jelas komandan Yusuf bersemangat.
                “Alhamdulillah” sahutku dan panglima Ismail serentak. Ya, benar ini adalah hal yg sangat kami impikan sejak dulu. Akhirnya organisasi Al-Fatah mau kembali bekerja sama dengan kami.
                “Baiklah pertemuan ini kita akhiri dulu. Selamat berjuang, persiapkan diri kalian” perintah Panglima Ismail.
                “Siap! Insya Allah kebenaran dan kemenangan akan ada di pihak kita.” ujarku bersamaan dengan komandan Yusuf.
###############
                Hari ini memang cukup berat bagiku karena besok akan ada beban tanggung jawab yg sangat berat yg harus kujalani. Seperti biasa, di sore hari setelah melaksanakan shalat Ashar, aku berjalan-jalan mengelilingi kota Gaza, tentu saja sambil berhati-hati mengamati lingkungan sekitar karena pada hitungan detik saja sebuah ledakan bom fosfor putih maupun ledakan dari ranjau yg dipasang di dalam tanah dapat meledak. Kulihat bangunan-bangunan di sekelilingku, tak ada lagi bangunan yg utuh, yg ada hanyalah runtuhan bangunan tempat tinggal.
                “Umar, kau kah itu?!” teriak seseorang di belakangku.
                “Assalamu’alaikum Arif, lama tak bertemu!” ujarku mengenali sosok yg baru saja memanggilku tadi. Dia tak lain tak bukan adalah Arif, sahabat kecilku. Ayahnya sama seperti ayahku, ayahnya juga seorang yg berperan penting di HAMAS, namun beliau telah meninggal beberapa tahun yg lalu.
                “Wa’alaikumsalam. Haha kau tambah hebat saja Umar, selamat atas posisi barumu di HAMAS, aku turut bangga akan keadaanmu sekarang. Hehe” ujar Arif.
                “Alhamdulillah mereka memberikan amanah padaku di posisi ini. Apa kabarmu teman? Kudengar kau saat ini menjadi anggota batalyon utama pertahanan Gaza.”
                “kabarku baik-baik saja kok. Sama sepertimu aku juga hanya diberikan amanah khusus. Do’akan aku berhasil ya! Ya, paling tidak untuk esok hari.”
                “tentu!” jawabku
                Tiba-tiba saja sebuah rudal milik Israel menghantam sebuah bangunan yg tak jauh dari kami. Kudengar teriakan beberapa warga sipil yg ada disana.
                “ALLAHU AKBAR!!!!” teriak mereka.
                Kami memang tidak mampu menyelamatkan mereka, tapi kami tahu serangan tadi hanyalah serangan pemanasan bagi Israel. Kudengar suara tawa para zionis biadab itu dari kejauhan.
                “Cih, para zionis biadab itu sangat memuakkan!” gerutu Iqbal Azwir, temanku yg baru saja datang ke tempat ledakan tadi.
                “Ya, itulah yg harus kita musnahkan secepatnya, para zionis keparat itu!” sahut Musa Al Ghazali, temanku yg lain yg juga datang bersama Iqbal.
                “Tentu saja, tapi jangan biarkan dendam menguasai diri kalian sahabatku. Ingat strategi kita harus dapat dijalankan dengan baik pada esok hari. Jangan terlalu terpancing emosi.” sahutku pada dua orang sahabatku ini yg bertugas di divisi tempur yg aku pimpin.
                “Baik letnan!” sahut mereka berdua serempak.
                “Hey, kalian tak usah memanggilku letnan, panggil saja Umar seperti biasa. Hehehe” ujarku sedikit malu dengan panggilan mereka padaku tadi.

#############
Pagi ini, setelah shalat shubuh aku bersiap untuk segala keadaan tersulit yg harus kujalani sebagai pimpinan divisi tempur darat HAMAS. Strategi yg harus kujalankan sudah kupikirkan matang-matang dan aku harus dapat memikirkan setidaknya 200 strategi cadangan yg lain untuk keadaan darurat.
“Bismillahirrahmanirrahim” ucapku memulai hari ini.
Tak lama setelah itu.,..
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

Sebuah ledakan bom fosfor menghasilkan cahaya putih yg membutakan mata sontak mengawali perang di hari ini. Cahaya putih itu lalu menerangi langit kota Gaza yg kelam. Para penduduk sipil berlari menyelamatkan diri mereka meski tak tahu apakah mereka akan selamat untuk tetap hidup ataupun mati. Tentara zionis datang dengan tank dan pesawat tempur mereka. Ledakan bom yg dijatuhkan oleh pesawat tempur serta meriam yg dilontarkan tank menambah deru perang di kota ini.
“Segera evakuasi penduduk sipil ke tempat yg aman!!” perintahku kepada beberapa orang anggota divisiku. “dahulukan penduduk wanita dan anak-anak. Dan bagi yg pria, jika anda ingin ikut berperang, segeralah persenjatai diri anda dengan senjata yg ada di sana!” perintahku sambil menunjuk ke arah gudang senjata milik HAMAS.
“Divisi tempur darat, menyebar!!!!” perintahku memulai strategi.
Pertempuran berjalan alot, tapi aku sangat yakin dengan kekuatan divisi tempur yg aku miliki. Ya, kami memang telah melatih fisik kami dengan giat.
“Letnan! Komando divisi utama telah terjun ke area sentral, mereka menunggu perintah untuk segera melakukan penyerangan.” lapor salah seorang anggota divisi utama padaku.
“Mohon untuk menahan sebentar. segera lakukan serangan saat matahari mulai terbit!” tegasku.
###########
Suara letupan senjata mengiringi hari ini. Lontaran bom menghujani langit Gaza laksana hujan asam yg menghancurkan segalanya. Ceceran darah terlihat dimana-mana. Suara tangis menggema merasuk hela-hela nafas. Namun tetap teriakan “ALLAHU AKBAR” berkumandang dengan megah memotivasi pihak palestina untuk tetap bertahan, untuk tetap menyerang.
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonigh
t
Meski kobaran api begitu terasa menjalar di balik perang ini, namun semangat pasukan Gaza tak akan pernah pudar. Karena mereka tahu, Allah ada bersama mereka. Siasat dan strategi yg dibuat mampu membuat pasukan zionis keteteran dan Israel sempat mundur sejenak.
Namun semua kembali memanas ketika sekutu Israel, yaitu Amerika datang dengan bala pasukan kafirnya menyerbu barak militer Palestina. Tak terhitung lagi dentingan peluru yg ditembakkan yg terdengar memecah hening angkasa. Ya, ini merupakan pertarungan yg tak seimbang. Israel mendominasi peperangan dengan jumlah personil militer dan kelengkapan peralatan tempur mereka, namun ada satu hal yg masih dapat dibanggakan oleh pejuang Gaza, mereka masih punya semangat. Biarpun harus mati, tapi tak akan pernah ada kata menyerah. Itulah prinsip mereka. Yang mereka tahu, Allah akan selalu menyertai setiap Jihad yg mereka tempuh.
“Umar!!!!!” seru sebuah suara mengagetkan kegelisahanku akan perang ini.
“Arif, ada apa?” Tanyaku panik. Aku merasakan adanya firasat buruk tentang sesuatu yg akan terjadi nanti.
“Camp pengungsian barak 4 telah diketahui oleh musuh! Mereka kini tengah melancarkan serangannya kesana. Evakuasi penduduk sipil dari sana telah dilakukan, namun sebagian warga sipil itu gagal kami lindungi, mereka menjadi sasaran kebiadaban zionis.” jelas Arif.
“Astagfirullahal’adzim…betapa liciknya yahudi itu! Segera kirimkan bantuan melalui pasukan militer bawah tanah untuk mengantisipasi serangan yg lain ke masing-masing Camp. Bawa serta para medis ke tempat tersebut.” perintahku mengantisipasi.
“Tapi, bagaimana dengan situasi perang saat ini? Bukankah kita juga perlu menambah para medis dan personil militer untuk membombardir blockade musuh?” Tanya Arif.
“Ya, kau benar. Tapi untuk saat ini nyawa warga sipil terutama wanita dan anak-anaklah yg harus kita utamakan. Selain itu aku sudah menyiasati sebuah strategi penyerangan khusus untuk melumpuhkan blockade tersebut.” jawabku antusias.
“Hn, baiklah… jika itu yg kau perintahkan, aku akan mempercayakannya padamu.” sahut Arif sambil berlari menjauhiku untuk segera menjalankan instruksiku tadi.
################
“Lapor letnan!” lapor Iqbal
“Ya, silahkan” balasku
“Kondisi daerah tempur distrik 2 dan 6 telah berhasil dikuasai Israel. Namun kita masih punya harapan karena nampaknya ada sedikit celah di sentral barak utama musuh. Penjagaan di sana sedikit mengendur walaupun beberapa missile laser dan bom granat detector telah terpasang disekeliling markas mereka. Laporan selesai!” ujar Iqbal.
“Laporan diterima! Segera sampaikan perintah pada pasukan militer divisi 21 yg berada di distrik 4 yg dekat dengan sentral Israel untuk menjalankan strategi tempur khusus 09 dalam kondisi darurat siaga 3.” perintahku.
“Perintah siap dijalankan!” ujarnya
Kutelusuri ruangan data hasil spionase yg kami lakukan dulu terhadap bekas markas Israel, dari beberapa analisisku kutemukan beberapa strategi tahap lanjutan. Aku hanya bisa berharap agar strategi ini benar-benar berhasil.
Kulihat langit biru, oh tidak aku telah salah melihat warna, karena langit kota Gaza yg sekarang berwarna Abu-abu pertanda berkumpulnya asap bekas ledakan bom. Bukannya aku tak ingin untuk turun langsung ke ranah peperangan ini, namun posisiku sebagai pemimpin komando divisi tempur mengharuskanku untuk bertahan sambil menyampaikan strategi-strategi yg harus dijalankan. Setelah menyimpulkan beberapa argument, aku langsung mengirimkannya ke pusat militer palestina yg dikontrol oleh HAMAS dan Al-Fatah. Setelah itu aku memutuskan untuk terjun langsung ke lapangan.
Aku bersiap. Beberapa amunisi, granat dan peluru memperlengkap senjata SG (Shot Gun) S51 yg kuandalkan ini. Aku mulai merangsek ke tempat musuh, dengan penuh kehati-hatian kumulai melakukan serangan dari sudut yg tidak terduga. Beberapa prajurit Israel dan Amerika (sekutunya) berhasil kulumpuhkan. Kini mereka mengetahui posisiku. Dengan secepat kilat mereka langsung menghujamku dengan tembakan. Namun disinilah aku dapat menunjukkan kebolehanku, kebolehan yg kudapat saat berlatih keras di markas HAMAS semenjak aku kecil. Ya, kebolehanku yg satu ini adalah mampu menghindari hujan tembakan senjata yg ditujukan padaku dengan sedikit aksi akrobatik (salto).
Aku berhasil berpindah ke posisi yg aman. Namun kulihat… seseorang yg kukenal tengah tergeletak dengan tubuh bersimbah darah.
“Musa!” panggilku.
“Letnan!” jawabnya sambil tersenyum saat menoleh padaku.
“Tak usah panggil aku letnan, panggil aku Umar saja. Apa yg terjadi padamu?” tanyaku. Aku merasa sangat heran dengan kondisi yg dialami Musa saat ini, biasanya ia adalah prajurit yg mampu berperang menerobos barikade musuh tanpa terluka sedikitpun.
“Haha, tak terjadi apa-apa kok. Tadi aku Cuma terkena serangan senjata zionis biadab itu saat mencoba mengevakuasi seorang nenek-nenek ke tempat yang aman.” bebernya.
“Subhanallah, begitu mulia hatimu. Tunggu disini sebentar, aku akan segera mencarikan seorang paramedis untuk menyembuhkan lukamu.” tuturku.
“Tidak usah, kau harus terus melanjutkan strategimu. Kalau kau berhenti disini dengan alasan untuk  menyelamatkanku, strategimu akan gagal dan aku tak akan pernah memaafkanmu karena itu.” cegahnya.
“Tapi, kau-“
“Tak ada tapi-tapian, aku mungkin sudah tak tertolong lagi. Beberapa pembuluh darahku pecah dan pendarahan ini semakin hebat. Organ-organ dalam tubuhku sepertinya juga tidak berfungsi lagi. Oleh karena itu, aku hanya mau mengucapkan terimakasih atas jasamu selama ini.” ujarnya.
“Tapi-“
“Sudah kubilang tak ada tapi-tapian. Biarkan aku mencapai cita-citaku saat ini. Insya Allah aku mati syahid. Jangan kau cegah keinginanku ini. Teruslah berjuang menegakkan Islam di bumi ini” cetusnya.
Tak lama setelah berkata demikian, Musa lalu memasuki fase sakaratul mautnya. Dan Alhamdulillah dia mampu berucap: “Lā ila ha ilallāh… muhammadarrsūlullāh… di penghujung hidupnya. Aku tersenyum melihat ia meninggalkan dunia yg fana ini dengan senyum ikhlas terpancar di wajahnya.
                “Innalillahiwainnailaihiraji’un” ucapku sambil menutup kedua mata Musa.


################
                Gelisah. Ya, kata itulah yang mungkin dapat mewakili segenap perasaan yang membuncah dan mempengaruhi pikiranku saat ini. Aku gelisah apakah segala strategiku berjalan dengan sukses? Hmm… tak ada yang tahu, namun semangat jihad tentunya tak boleh kendur.
Flash back
                9 tahun yg lalu…
                Kala redup senja perlahan menghilang, sang surya menampakkan kembali keperkasaannya. Shubuh yang mencekam jika diingat.
“Ummi, Abi sudah pulang?” tanyaku pada Ummi yang baru selesai mengaji.
                “Sepertinya belum.” Ucap Ummi.
                Kulirik jam dinding yang menunjukkan pukul 06.45 sudah 2 jam semenjak kepergian Abi menuju masjid Al Aqsha untuk menunaikan shalat shubuh berjama’ah.
                “Mungkin Abi sedang ada keperluan.” Ucap Ummi mencoba menenangkan aku yang sudah sangat khawatir.
                Meskipun demikian, rasa khawatirku tetap saja tidak kunjung sirna.
                Tok.. tokk.. tokkk..
                Pintu diketuk oleh seseorang…
                Ummi segera pergi membukakan pintu untuk melihat siapa yang datang. Tak lama kemudian Ummi kembali.
                “Siapa yang datang Ummi? Abi-kah yang datang?” tanyaku penasaran.
                “Bukan, yang datang ialah temannya Abi. Mereka mengatakan suatu kabar kepada kita mengenai Abi.” Jawab Ummi.
                “Abi? Apa yang terjadi dengan Abi, Ummi?”
                “Kau tahu Umar, Abi pernah mengatakan, kehidupan di dunia hanyalah sementara. Kehidupan yang kekal adalah di akhirat. Karena itu, kehidupan di dunia harus digunakan untuk melakukan banyak amal sholeh. Melakukan segala perintah Allah dan menjauhi laranganNya,” panjang lebar Ummi memberiku kuliah pendek tentang kehidupan, sama persis seperti yang pernah disampaikan Abi.
                “Lalu apa maksudnya Ummi? Mengapa Ummi tidak menjawab pertanyaanku? Dimana Abi, Ummi?” tanyaku menggesa.
                Ummi terdiam sejenak, dengan tertatih ia mencoba untuk sejenak menghela napas.
                “Abi telah mencapai jalan menuju kehidupan yang kekal itu.” Ucap Ummi.
                “Maksudnya?”
                “Abi telah pergi menghadap Allah, anakku. Allah telah menghendaki ia untuk meninggalkan kita ketika Abi tengah shalat sunnah fajar. Insya Allah Abi meninggalkan kita dalam keadaan khusnul khatimah.” Jelas Ummi dengan suara sedikit berat.
                “Abi…” ucapku lirih. Aku tak mampu berkata apa-apa lagi. Mata ini tak kuasa untuk membendung kesedihan yang terasa amat menyakitkan. Air mataku berontak keluar, menangisi kepergian sosok Ayah tercinta. Sosok yang selama ini selalu menjadi teladanku dalam bertindak dan bersikap.
                “Umar, kemarilah nak.” Panggil Ummi.
                Ummi lalu memeluk erat tubuh kecilku.
                “Tak ada yang perlu kau tangisi nak. Anak dari seorang mujahid tidak boleh cengeng.” Ucap Ummi sambil membelaiku. “Abi telah kembali kepada Allah sebagai seorang mujahid.” lanjut Ummi. Seperti biasa, tak ada tangis di mata Ummi. Sekuat tenaga kutahan tangis, karena seharusnya aku bahagia karena surga telah rindu menanti kedatangan pejuang-pejuang Allah. Biarlah Allah yang membalas kebiadaban zionis itu dengan balasan yang setimpal.
                Tak lama berselang, lebih kurang 1 tahun setelah Abi meninggal, Ummi menyusul beliau menghadap kepada Allah. Meski perasaan sedih berkecamuk dalam hati dan pikiranku, tapi nasihat-nasihat dari Ummi untuk tidak bersedih membuatku mencoba untuk tegar.
                “Ketahuilah anakku, siapapun yang bernyawa pasti akan mati. Dan kau tidak perlu takut akan datangnya kematian. Yang perlu kau lakukan ialah terus menimba amalan baikmu sehingga nanti di akhirat kita bisa bertemu dengan Abi di surga.” Begitulah salah satu dari sekian banyaknya nasihat yang Ummi sampaikan padaku semasa beliau masih hidup.
                Tak apalah dalam kehidupan dunia, keluarga kami tercerai-berai. Karena itu, kulepas kepergian Ummi dengan lapang dada. Tak ada tangis sedikitpun dari mataku. Aku hanya berharap, Allah akan mempertemukan keluarga kami kelak di surgaNya.

End of Flash back

                Dengan segenap keberanian yang membara didalam dada. Satu tujuan, memporak-porandakan markas militer utama Israel dengan segenap kemampuan yang kubisa. Aku meliuk-liuk masuk menyelinap dari tempat ke tempat lainnya.
                Selongsong peluru ditembakkan…
                “Umar!” Seru Arif seraya meloncat kearahku untuk menghindarkanku dari kemungkinan tertembak peluru senapan zionis tadi.
Iqbal yang sedari tadi berjuang bersama Arif lalu dengan cekatan berhasil memberangus sang zionis yang tadi melakukan tembakan tersebut dengan sekali hentakan senjata.
“Kalian baik-baik saja?” Tanya Iqbal kepada kami berdua.
“Tentu. Terima kasih Iqbal. Jazakallahu khair.” Ucapku menjawab pertanyaan salah seorang sobatku tersebut.
“Berhati-hatilah ini merupakan area jalan tempur utama Israel menuju Camp rakyat Gaza. Aku akan menanam ranjau di sekitar wilayah ini.” Ujar Iqbal seraya menanam ranjau. Saat ia mengulurkan kabel ranjau tersebut tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki kami. Sebuah bom lalu secara serta merta dijatuhkan kearah kami.
Syukurlah kami dapat menghindari ledakan bom tersebut. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung oleh Iqbal menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.
Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.
Apalah daya yang dapat kami lakukan. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau. Rencana untuk meledakkan serdadu Israel dengan ranjau tersebut gagal. Terdapat guratan kesedihan dan kekecewaan di wajah Iqbal.
Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga tidak memiliki kesempatan serupa.” Doaku.
“Sebaiknya kita segera meninggalkan tempat ini, jumlah kita yang hanya bertiga tidak akan cukup untuk melawan kumpulan serdadu yang jumlahnya tak terhitung itu.” Saran Arif.
“Ya, mungkin sebaiknya begitu.” Ujar Iqbal.
Kami lalu meninggalkan tempat tersebut. Dan sungguh ajaib, tak lama setelah kami meningggalkan wilayah tersebut, terdengarlah suara ledakan yang sangat keras menggelegar dengan dahsyatnya. Terdengar teriakan meronta dari para zionis yang terkena ledakan tersebut. Kami yang penasaran dengan apa yang telah terjadi kemudian mencoba untuk kembali mendekati lokasi ledakan tersebut.
Terlihat mayat-mayat serdadu Israel tersebut bergelimpangan di daerah tersebut dengan beberapa jilatan api kecil yang masih menyala di sekitar wilayah tersebut.
“Subhanallah!” ucap Iqbal.
“Ada apa Iqbal?” Tanyaku dan Arif bersamaan.
“Lihat ini!” serunya pada kami.
Sungguh ajaib, ternyata ranjau yang ditanam oleh Iqbal di wilayah tersebut masih utuh. Padahal besar kemungkinan ranjau yang belum terpicu tersebutlah yang menyebabkan ledakan dahsyat tadi.  Lalu dari mana datangnya ledakan tersebut? Wallahu a'lam.
##############
“Aku harus melanjutkan misiku menuju markas utama zionis.” Ujarku pada kedua sahabatku.
“Bagaimana dengan tugasmu sebagai pimpinan divisi tempur darat? Misi itu terlalu berbahaya, Umar!” ucap Arif.
“Aku telah mengirimkan seluruh strategi tempur yang telah kupikirkan pusat militer palestina yg dikontrol oleh HAMAS dan Al-Fatah. Aku harus melakukannya walau ini berbahaya. Inilah waktu yang tepat untuk melakukan serangan balik menuju markas utama Israel tersebut selagi mereka lengah menyerbu Camp militer kita. Jika hal itu dapat kulakukan maka tentunya itu akan menjadi sebuah pukulan telak bagi mereka.” Terangku.
“Kalau begitu izinkanlah kami ikut serta denganmu menjalani misi ini.” Pinta Iqbal.
“Baiklah kalau itu keinginan kalian. Ayo kita berjuang!” seruku.
#############
                Di perjalanan menuju tempat yang dituju kami hanya bisa ber-istigfar sambil mengelus dada melihat hasil kebiadaban Israel. Disana-sini terlihat genangan pekat darah mujahid palestina yang berjuang bersama beberapa pasukan mujahid dari negeri muslim lainnya. Mayat-mayat dikuliti secara biadab, tengkorak kepala mereka dibolongi bahkan kami sempat menemukan beberapa mayat tanpa kepala. Sungguh nista apa yang telah mereka lakukan.
                Serpihan-serpihan peluru dan juga potongan-potongan tubuh manusia menjadi teman perjalanan kami kali ini. Rutukan senantiasa menggema di dalam hati ini melihat apa yang telah terjadi.
                “Ya Allah, tempatkanlah para mujahid ke tempat terbaik di sisi-Mu.” Doa kami.
                Hati yang penuh kebencian terhadap zionis Israel dan Amerika sebagai sekutunya. Perang melawan iblis berwujud manusia memang tak bisa lagi dihindari.
                “Kakak!” teriak Arif saat melihat tubuh seorang wanita berjilbab sutra warna hitam terbujur kaku.
                “Astagfirullahal’adzim Kak Hanifah!” ujarku saat mengenali sosok jenazah yang tergeletak di tanah tersebut.
                Kulihat Arif menangis terisak-isak melihat jenazah kakak kandungnya tersebut. Siapa saja tentu akan teriris hatinya saat mengetahui kakak kandung sendiri tewas dengan keadaan mengenaskan tersebut. Dilihatnya lekat-lekat sosok wanita yang selalu membimbingnya semenjak kematian ibunya saat ia masih kecil dulu. Dibetulkannya posisi jilbab sang kakak yang sedikit menjadi tidak rapi bentuknya sehingga menampakkan beberapa helaian rambut. Rambut yang selama hidupnya tidak pernah ditunjukkan sang kakak kecuali kepada muhrimnya.
                “Sabar ya, Rif.” Ujarku mencoba menguatkan hati teman masa kecilku itu.
                “Umar.” tanggapnya.
                “Kau tentunya akan sering melihat kematian orang yang kau sayangi di negeri perang tak berkesudahan ini. Kau harus bersiap untuk hal tersebut. Namun kau harus tahu, kau tidak boleh menyia-nyiakan perjuangan mereka. Jika kau jatuh karena hal semacam ini maka akan lebih banyak kematian orang yang kau sayangi yang akan kau lihat. Kuatkanlah hatimu sobat, jadikanlah kematian kak Hanifah menjadi kehidupan rakyat Gaza dengan tekad api dan usahamu.” Tutur Iqbal.
                “Ya, benar kata Iqbal. Ingatlah Rif, Allah akan selalu bersama kita. Maka janganlah kau bersedih. Perjuangan kita untuk membebaskan negeri ini dari perang melawan iblis zionis masih belum usai.” Tambahku.
                Kuharap Arif dapat untuk tetap tenang, meski kondisi psikisnya memang sedikit terganggu oleh kematian kak Hanifah terlebih lagi seminggu yang lalu ia juga harus menerima kabar pahit wafatnya adiknya yang bernama Ibrahim.
                “Terima kasih, teman-teman.” Ujar Arif seraya menghapuskan genangan air mata yang menumpuk di kelopak matanya sembari memberikan sebuah senyuman yang memang terlihat jelas dipaksakan.
                Kami memulai perjalanan kembali.
                “Sudah pukul 22.00, ini waktu yang tepat. Diperkirakan kita akan mencapai lokasi target 2 jam lagi. Tentunya ini kabar yang baik karena pada pukul tersebut biasanya para zionis suda banyak yang tertidur dan pengawalan di sekitar markas tersebut juga cukup lengang.” Jelasku. 

###########
                Dinginnya semilir angin malam menggerogoti tubuh yang hanya berlapiskan jubah usang. Pekatnya kegelapan malam tak menjadi sebuah alasan untuk menghentikan semua yang telah direncanakan. Aku percaya kami akan bisa melaksanakan tujuan kami ini dan aku juga percaya markas pusat HAMAS dan FATAH dapat menjalankan strategi dan posisi yang kutinggalkan demi menjalani misi ini.
                Kami melewati masjid kebanggan kaum muslim khususnya rakyat Palestina, Masjid Al-Aqsha. Di masjid ini kami menyempatkan diri sejenak untuk Shalat memohon lindungan Allah. Masjid Al-Aqsha sudah terlihat mengenaskan. Beberapa pilar masjid roboh dan dinding-dindingnya pun tidak banyak yang tersisa. Sungguh biadab ulah zionis yang selalu berusaha membumi hanguskan masjid ini.
                Selepas menunaikan Shalat terdengarlah teriakan wanita menggema dari arah luar. Kami segera menuju ke arah sumber suara tersebut.
                “Iblis! Kalian benar-benar iblis!” teriak seorang gadis kecil berusia sekitar 10 tahun kepada 2 orang serdadu zionis di hadapannya.
                “Sungguh kejam kalian merenggut nyawa Abi!” teriaknya lagi. Terlihat dibelakang gadis bertubuh mungil tersebut sesosok mayat pria yang sepertinya merupakan ayah dari gadis tersebut.
                “Gadis bodoh yang berisik!” bentak salah seorang serdadu militer zionis tersebut kepada sang gadis cilik.
                “Ikutilah kematian ayahmu saat ini juga! Matilah kau!” ujar yg lain dengan posisi tangan memidik siap untuk melepaskan timah panas dari senapan riffle miliknya.
                Ctash…
                Pelatuk senapan digerakkan, sebuah peluru dengan cepat keluar terarah pada si gadis yang merengek tersebut. Tapi,…
                “Iqbal!” teriakku dan Arif.
                “Pergilah menjauh gadis kecil! Ini bukan tempatmu, jalan hidupmu masih panjang. Temukanlah olehmu kenikmatan dunia namun janganlah kau terlena olehnya. Jadikanlah dunia ini sebagai ladang amal untuk kehidupanmu di akhirat. Jangan sia-siakan kematian ayahmu, berdo’alah untuk keselamatannya di alam kubur dan di akhirat.” Ujar Iqbal kepada si gadis kecil.
                “Lā ila ha ilallāh… muhammadarrsūlullāh…
                Rupanya Iqbal mengorbankan tubuhnya yang menjadi santapan timah panas tersebut semata-mata demi melindungi gadis cilik yang bahkan tidak ia kenali. Sungguh mulia hati Iqbal.
                Kami tak membuang waktu, dengan cepat 2 orang zionis tersebut kami robohkan. Namun sayang, nyawa Iqbal tak dapat diselamatkan.
                “Iqbal telah kembali kepada Allah sebagai pejuang.” Ucap Arif.
                Kembali kami harus kehilangan nyawa dari orang-orang yang kami sayangi. Memang, di negeri nestapa ini nyawa seseorang dapat lenyap secepat mata memandang. Kapankah negeri ini bebas dari belenggu Israel?

###########
                Kabut kesedihan tak henti-hentinya melanda kegoyahan hati rakyat Gaza. Namun hanya ada satu hal yang membuat mereka mampu bangkit, yakni rasa percaya mereka bahwa suatu saat nanti mereka akan dipertemukan kembali dengan orang-orang yang mereka sayangi di akhirat kelak.
                Letih kaki ini berjalan di atas medan penuh debu, penuh nanah, penuh darah.
                Tiba-tiba di pekatnya kegelapan malam aku dan Arif melihat seekor melati terbang dengan suara yang melengking. Ada firasat tak enak bersemayam di pikiranku melihat kejadian tersebut.
                “Kita harus segera meninggalkan tempat ini dan mencari tempat berlindung. Firasatku mengatakan akan terjadi sesuatu dengan tempat ini.” Kataku pada Arif.
                Tak lama saat kami telah menemukan tempat berlindung, dugaanku langsung terbukti benar karena selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujani tempat tadi.
                “Alhamdulillah, Allah telah menyelamatkan kita dari serangan zionis biadab itu.” Ujar Arif.

#########

                Tiba saatnya kami sampai di gerbang markas utama militer Israel. Namun tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel berjenis Doberman.  Anjing bertubuh besar tegap ini tampaknya memang disiapkan khusus untuk menyelidiki orang-orang yang akan masuk ke dalam markas utama militer zionis.
                Dengan raut wajah dan air muka yang tidak bersahabat, anjing tersebut datang dengan cepat menghampiri kami, aku tak tahu apa yang harus kami lakukan untuk menghadapi anjing militer penjaga ini.
                “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami akan mencoba untuk memberantas iblis zionis yang kau lindungi itu. Karena itu, menjauhlah dari kami dan janganlah menimbulkan masalah bagi kami.” Ujar Arif.
                Tampaknya anjing tersebut mengerti dengan apa yang dikatakan Arif, buktinya anjing tersebut langsung duduk diam dengan kedua tangan menjulur ke depan.
                Arif kemudian membuka kantung bekal yang tadi ia tenteng dan mengeluarkan beberapa butir korma yang ia bawa dari rumah. Kemudian korma tersebut ia berikan kepada anjing Doberman itu. Dengan tenang anjing tersebut makan buah korma itu, lalu anjing tersebut beranjak pergi.
                “Bagaimana caramu melakukan hal itu sobat?” tanyaku penasaran.
                “Sesungguhnya Allah telah memberikan ilham kepadaku untuk melakukan hal tersebut. Setiap makhluk meskipun ia adalah seekor anjing yang hina tetap saja ia mengetahui siapa Rabb-nya. Dan sesungguhnya barangsiapa yang bertindak pada jalan Allah maka Allah akan memudahkan urusannya.” Jelas Arif.
                Dengan bantuan keahlian spionase yang dimiliki oleh Arif, kami berhasil menemukan sebuah jalan rahasia yang tampaknya cukup aman untuk dilewati karena tidak terlihat adanya penjagaan serdadu militer zionis di area tersebut. Kami mencoba untuk merangsek masuk melalui jalan tersebut. Kami berhasil menembus penjagaan utama hingga sampai ke dalam markas militer utama Israel tersebut.
                Suasana sepi senyap menyambut kami, seperti tidak ada kehidupan di dalam markas tersebut. Apa yang sebenarnya terjadi? Aku pun terus bertanya-tanya.
                Dan ternyata…
                Kami dijebak! Puluhan serdadu militer zionis ternyata sudah mengintai kami sejak tadi, kami tergiring masuk ke ruangan yang hampir tak bercelah ini. Oh, bodohnya aku hingga tak menyadari keanehan yang terjadi! Seharusnya aku tahu kalau kami akan dijebak seperti ini. Sial!
                Kuraih Shot Gun-ku, dengan beberapa tembakan aku harus bisa menjatuhkan mereka semua.
                “Jihad#99!” teriakku pada Arif.
                Arif bertindak cepat memahami instruksiku. Jihad#99 dikombinasikan sebagai strategi menyerang musuh secara membabi buta. Dan satu keuntungan yang dapat diambil adalah Arif membawa senjata api jenis Machine Gun yang mampu menembak sasaran secara bertubi-tubi. Dengan tangkas, seluruh musuh di ruangan ini dapat di lenyapkan.
                “Kerja bagus, Rif! Anggota batalyon utama pertahanan Gaza memang hebat!” pujiku.
                “Terimakasih, letnan!” sahutnya.
                Tanpa banyak membuang waktu lagi kami mencoba untuk menuju ruangan pusat control militer. Dan seperti halnya saat tadi, beberapa serdadu militer bersenjata lengkap juga harus kami tumpas terlebih dahulu. Dengan sedikit trik akrobat dikombinasikan dengan skil menembakku kami berhasil menghentikan perlawanan mereka.

#########
                Setibanya di ruangan pusat control, aku mengutak-atik computer militer mereka untuk mengetahui rencana iblis apalagi yang sedang mereka geluti. Kulihat rekaman CCTV berbagai barak militer Israel, tampak jelas mereka sedang berpesta, mungkin atas kemenangan sementara mereka di perang ini. Dari 8 distrik militer yang kami bentuk bersama HAMAS dan Al-Fatah, zionis sudah berhasil menguasai distrik 2, 3, 4 dan 6. Sungguh tragis. Kualihkan pandangan menuju peta gedung markas militer ini dan juga peta agresi militer Israel.
                “Selamat datang di markas utama kami, tikus tengik!” sebuah suara mengagetkan kami.
                “Kau,-!” teriakku.
                “Ya, ini aku. Panglima militer Israel, David Lincoln.” Ucap David. “Sudah cukup kalian mengganggu ketenangan markasku ini. Bersiaplah untuk mati, bocah!” lanjutnya.
                “Kami tidak akan menyerah padamu, iblis!” gusar Arif.
                “Hahaha, kalian tidak perlu menyerah karena beberapa jam lagi kalian akan menyaksikan sendiri baik secara langsung ataupun tidak langsung kehancuran total tanah kelahiran kalian. Hahaha” tawa iblisnya membahana.
                “Bajingan!” umpatku.
                “Tangkap mereka hidup-hidup! Aku ingin mereka menyaksikan sendiri kehancuran negeri mereka 6 jam lagi. Hahaha.” Perintah David pada serdadu militernya.
                Aku dan Arif tak berdaya melawan ratusan personil militer mereka ditambah lagi kami kekurangan amunisi senjata yang telah habis saat pertempuran di awal tadi. Kami ditangkap dan diikat dengan tali.
                Kami terus berusaha melepaskan diri dari ikatan tapi hasilnya tetap nihil. Hal itu membuatku patah arang? Tentu saja tidak. Aku yakin Allah akan menolong kami.
                Aku berusaha melepaskan diri dari ikatan tali ini dengan mencabiknya menggunakan gigitanku. Meski sudah empat jam berlalu, tapi ikatan tersebut masih saja belum lepas. Dengan mulut penuh darah aku terus menggigit dan akhirnya berhasil memutuskan tali yang sangat tebal ini. Alhamdulillah.
                Aku segera melepaskan ikatan tali di tubuhku dan juga pada Arif.

#########

                Kami mencoba untuk kabur.
                “Apa yang akan mereka lakukan untuk meluluh-lantakkan Gaza?” Tanya Arif padaku.
                “Berdasarkan data yang tadi kubaca di komputer mereka disebutkan bahwa mereka akan menggunakan roket tempur dengan kekuatan penghancur super yang ada di gudang senjata mereka. Ini sangat berbahaya.” Jawabku.
                “Apa yang harus kita lakukan?” Tanya Arif kemudian.
                “Entahlah, aku juga masih bingung. Yang penting kita harus menggagalkan rencana mereka.” Ujarku.
                “Kalian berhasil kabur, heh?” suara iblis itu kembali terdengar.
                Kami menoleh, tidak salah lagi suara itu berasal dari seorang David Lincoln.
                “Umar, pergilah! Lakukan sesuatu untuk menyelamatkan rakyat Gaza! Aku akan mencoba menghentikan mereka!” seru Arif.
                “Tapi,-“
                “Jangan membantah! Lakukan apa yang kubilang! Kumohon!” serunya lagi.
                “Baiklah.” Ujarku memahami.
                “Mau kabur, heh?” sahut David.
                “Diam kau David iblis! Akulah yang akan jadi lawanmu!” teriak Arif.
                “Ya, terserahlah.” Ucap David.
                David melawan Arif.
                Aku berlari melangkah pergi sambil memikirkan apa yang harus kuperbuat.
                “ALLAHU AKBAR!” teriak Arif.
                Namun Arif memang bukanlah lawan yang seimbang bagi David. Dengan mudah David dapat mengalahkan Arif.

##########

               Aku berlari dan terus berlari.
                Ya, tempat itu! Aku berllari menuju tempat itu. Satu-satunya tempat yang bisa mengakhiri rencana keji zionis itu.
                Gudang senjata…
                Di gudang senjata inilah zionis menyimpan seluruh senjata dan amunisi mereka, termasuk roket itu. Dengan segenap tenaga aku berlari secepat yang kubisa.
                Sesampainya disana aku mengambil sebuah Machine Gun caliber 344 dan mulai menembaki roket tersebut. Tapi hasilnya nihil.
Kuingat bahwa gudang ini terletak tepat di tengah-tengah markas utama militer Israel ini. Sebuah ide gila muncul di pikiranku.
Aku mulai menembaki beberapa tangki penyimpanan minyak di gudang tersebut dan juga menembaki bungkusan-bungkusan bubuk mesiu.
Aku mengambil beberapa buah granat dan segera mengaktifkannya. Kuarahkan granat tersebut ke arah bubuk mesiu dan tangki minyak tadi. Ya, aku akan meledakkannya. Tak peduli jikalau aku juga akan terkena ledakan dahsyat yang tentunya bisa melenyapkanku juga.
“ALLAHU AKBAR!!!” teriakku sambil melempar granat.
“Ya Allah jika ini memang akhir bagiku maka tolonglah kabulkan permohonanku, hancurkanlah markas militer zionis ini.” Doaku.
Aku yakin Panglima Ismail akan berhasil memukul mundur Israel jika markas militer utama zionis ini berhasil kuhancurkan meski harus berkorban nyawa. Setidaknya kuberharap aka nada setitik asa dan harapan untuk rakyat Gaza supaya bisa terbebas dari kebiadaban zionis Israel.
Aku akan melewati fase terakhir kehidupanku sebagai manusia di dunia yang fana ini. Aku akan mewujudkan cita-citaku untuk mati sebagai mujahid. Mati sebagaimana kematian Abi, Musa, Iqbal, Arif dan para syuhada lainnya. Mati dengan segurat senyum di wajah. Senyum penuh kemenangan yang akan menghantarkanku ke gerbang akhirat. Dan tentunya semoga saja aku bisa masuk surga bersama syuhada yg lainnya. Senyum kebahagiaan untuk bertemu kepada Allah azza wa jalla.
                “Lā ila ha ilallāh… muhammadarrasūlullāh…
                Markas utama militer Israel hancur bersama para penghuni di dalamnya dan juga menghancurkan roket biadab itu. Menghancurkan rencana iblis zionis.
                Alhamdulillah…
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html