Thursday, February 20, 2014

Ekonomi XI IPS 1

Asal Muasal Istilah DEBIT – KREDIT

DEBERE – CREDERE
Dalam akuntansi, istilah debit yang kita kenal saat ini adalah turunan dari 2 kata yang artinya agak berbeda yaitu, debere dan debitum.
Debere diturunkan menjadi debit yang kita gunakan untuk menyebut sisi kiri persamaan (oleh karena itu debit dalam penjurnalan disingkat DR – cek buku-buku akuntansi asing di bagian penjurnalan). Sedangkan debitum yang artinya adalah utang, juga diturunkan menjadi debit (diindikasikan menjadi asal kata debt).
Debere memiliki lawan kata credere (disingkat CR – cek buku-buku akuntansi asing di bagian penjurnalan). Sedangkan lawan kata dari debitum adalah creditum (verb) yang artinya meminjamkan.
Dari sejarahnya, debere artinya adalah mengutang sedangkan credere artinya adalah mempercayai. Istilah ini digunakan oleh Luca Pascioli, seorang pendeta lutheran ahli matematika dari Italia, teman sekaligus mentor dari Leonardo da Vinci, untuk menyebut ruas kiri persamaan akuntansi dan ruas kanan persamaan akuntansi.
Logikanya sebagai berikut,
Mari kita lihat persamaan dasar akuntansi:
Aset = Liabilitas + Ekuitas
Menggunakan prinsip entitas, maka persamaan itu dapat dibaca: aset yang dikuasai entitas, asalnya dari utang ke kreditur + utang ke pemilik. Dalam arti lain, aset yang dimiliki entitas asalnya dari mengutang. Sedangkan Liabilitas + Ekuitas adalah kepercayaan yang diberikan kreditur & pemilik kepada entitas. Jadi, dapat dikatakan juga bahwa dari suatu sisi, persamaan akuntansi menunjukkan kepercayaan. Atau dalam kata lain, Liabilitas + Ekuitas artinya, kreditur dan pemilik mempercayakan milik mereka untuk dikelola entitas, yang mana dari sisi entitas kedua hal ini merupakan sumber dari asetnya 

Kode Akun

Kode Akun

Pengertian Kode Akun
Pernahkah Anda mengirim surat kepada seseorang yang berada di daerah lain? Sebelum surat itu Anda masukkan ke Kantor Pos tentunya Anda lebih dahulu menulis kode pos alamat tujuan bukan? Mengapa penulisan kode pos itu selalu diingatkan oleh petugas pos? Tujuannya tak lain adalah untuk memudahkan pihak pos untuk menyampaikan surat kepada si penerima surat.
Demikian pula halnya dengan kode akun dalam akuntansi. Kode akun itu dicantumkan untuk memudahkan proses pencatatan, pencarian dan penyimpanan serta pembebaban yang dituju pada setiap akun. Jadi apa yang dimaksud dengan kode akun itu? Kode akun adalah pemberian tanda/nomor tertentu dengan memakai angka, huruf atau kombinasi angka dan huruf pada setiap akun. Bagus!
Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa kode akun harus bersifat membantu memudahkan pencatatan, pengelompokkan dan penyimpanan setiap akun. Oleh karena itu kode akun hendaknya memiliki kriteria seperti, mudah diingat, konsisten, sederhana dan singkat serta memungkinkan adanya penambahan akun baru tanpa mengubah kode akun yang sudah ada
Jenis-jenis Kode Akun
Dalam suatu sistem akuntansi perusahaan pemberian kode akun sangat tergantung pada keanekaragaman transaksi dan jumlah transaksi yang terjadi. Semakin banyak dan kompleksnya transaksi yang terjadi menyebabkan semakin banyak pula kode akun yang akan digunakan.
Ada beberapa kode akun yang dapat digunakan seperti kode numerial, kode desimal, kode mnemonik serta kode kombinasi huruf dan angka. Dalam modul ini hanya membicarakan dua macam kode akun yang biasa digunakan. Kode akun yang dibahas adalah kode numerial dan kode desimal. Baiklah, sekarang mari kita lanjutkan dengan materi berikutnya.
1) Kode Numerial
Kode numerial adalah cara pengkodean akun berdasarkan nomor secara berurutan, yang dapat dimulai dari angka 1, 2, 3 dan seterusnya
2) Kode Desimal
Kode desimal adalah cara pemberian kode akun dengan menggunakan lebih dari satu angka. Setiap angka mempunyai arti, kode desimal ini dapat dibedakan atas kode kelompok dan kode blok.
a) Kode Kelompok
Kode kelompok merupakan cara pemberian kode akun dengan mengelompokkan akun. Setiap kelompok akun diberi nomor kode sendiri sendiri.
Contoh: Akun piutang usaha termasuk kelompok akun harta diberi nomor 1 untuk harta. Kemudian termasuk golongan akun harta lancar yang diberikan nomor kode 1, kemudian merupakan jenis harta lancar yang ketiga sehingga diberi nomor urut 3, dari cara mengelompokkan tersebut nomor akun piutang usaha diberikan nomor kode tiga angka yaitu 113.
b) Kode Blok
Kode blok adalah pemberian kode akun dengan cara memberikan satu blok kode setiap kelompok akun. Misalnya harta diberikan nomo2 100 – 199, Kewajiban diberi nomor 200 – 299, Modal diberikan nomor 300 – 399, Pendapatan nomor 400 – 499 dan Beban nomor 500 – 599. Baiklah berikut ini dapat Anda perhatikan contoh yang lebih rinci.

Penggolongan Akun

Anda belajar di kelas, tentunya Anda memiliki catatan untuk setiap mata pelajaran bukan? Apa tujuannya? Di sini tujuan adalah agar memudahkan Anda mempersiapkan diri sebelum menempuh ujian. Mengapa demikian? Karena begitu banyak materi pelajaran yang harus dipelajari bukan? Dalam kegiatan dunia usaha setiap hari transaksi terjadi sangat kompleks baik dalam jenis maupun dalam jumlahnya. Kita tahu bahwa makin besar suatu perusahaan dengan bidang usahanya maka semakin banyak dan beragam pula transaksi yang terjadi. Dalam hal ini agar memudahkan pencatatan setiap transaksi keuangan dibukukan menurut jenis masing-masing. Misalnya setiap penerimaan dan pengeluaran uang dibukukan dalam suatu lembaran yang disebut akun (perkiraan) dengan nama Akun atau perkiraan adalah suatu formulir yang digunakan sebagai tempat mencatat transaksi keuangan yang sejenis dan dapat merubah komposisi harta, kewajiban dan modal perusahaan. Secara umum Akun dapat dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu1. Akun riil (tetap) adalah akun yang dilaporkan dalam neraca, di mana saldo akunnya terbawa dari satu periode ke periode berikutnya. Akun riil terdiri dari tiga kelompok yaitu harta, kewajiban dan modal
2. Akun nominal (sementara) adalah akun yang disajikan dalam laporan laba rugi. Akun nominal terdriri dua kelompok yaitu pendapatan dan beban
Akun Riil (Tetap) Terdiri atas :
1. AKTIVA (HARTA)
a. Harta Lancar
- Kas
- Surat Berharga
- Piutang Usaha
- Wesel Tagih
- Perlengkapan
- Pendapatan yamng masih harus diterima (misal : Piutang Bunga)
- Beban dibayar dimuka (Misal : Sewa/Asuransi/Iklan dibayar dimuka)
- Persediaan Barang Dagangan
b. Harta Tetap
- Tanah
- Bangunan
- Peralatan
- Akum. Penyusutan Peralatan
- Kendaraan
- Akum. Penyusutan Kendaraan
- Mesin
- Akum. Penyusutan Mesin
2. PASIVA (HUTANG dan MODAL)
2.1. Hutang
a. Hutang Lancar
- Hutang Usaha
- Hutang Wesel
- Beban yang masih harus dibayar (Misal:  Hutang Gaji)
- Pendaptan diterima dimuka
b. Hutang Jangka Panjang
- Hutang Obligasi
- Hutang Hipotik
- Hutang Bank
3. Modal
- Modal Pemilik
- Prive
Akun Nominal (Sememtara)
1. Pendapatan
- Pendapatan Jasa
- pendapatan bunga
- Pendapatan Lain-lain
2. Beban
- Beban Gaji
- Beban Sewa
- Beban Listrik
- Beban Telepon
- Beban Air
- Beban Lain-lain

0 comments:

Post a Comment

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html